Pengembang Jangan Hanya Fokus Bangun Rumah bagi MBR

Salah satu strategi agar pengembang tak terbebani oleh kuota FLPP yang kian menipis adalah dengan merencanakan dari awal untuk tidak fokus membangun rumah bersubsidi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 02 September 2019  |  06:59 WIB
Pengembang Jangan Hanya Fokus Bangun Rumah bagi MBR
Suasana di proyek perumahan bersubsidi di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, BEKASI — Sejumlah pengembang optimistis masih kebagian kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan meskipun dana yang tersedia hanya cukup untuk membiayan 13.000-an unit hunian yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Mustika Land David Sudjana mengatakan bahwa salah satu strategi agar pengembang tak terbebani oleh kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang kian menipis adalah dengan merencanakan dari awal untuk tidak fokus membangun rumah subsidi.

“Di proyek-proyek kami sudah dipersiapkan infrastruktur proyek yang lebih baik, tak hanya jual subsidi, tapi juga jual untuk komersial. Komposisi proyek kami yang untuk subsidi itu 60%. Nah, ternyata dari pembeli di sini lebih banyak yang memilih membeli di luar subsidi,” katanya pada konferensi pers, Sabtu (31/9).

David menambahkan bahwa batasan pendapatan untuk pembeli rumah subsidi adalah Rp4 juta, sedangkan di Cikarang, lokasi salah satu proyeknya, upah minimum regionalnya saja sudah hampir mencapai Rp4 juta, belum lagi ditambah berbagai tunjangan, membuat upahnya melebihi batas untuk FLPP.

“Jadi, kami tidak terlalu fokus untuk subsidi, tapi juga disiapkan infrastruktur dan fasilitasnya sehingga ke depan dengan masterplan kami bisa melayani penjualan yang nonsubsidi sehingga kami tidak dibebani dan membebani program pemerintah,” ungkap David.

Pengembang Ciputra Residence yang mengembangkan rumah subsidi di Maja, Banten juga masih optimistis masih bisa mendapat kuota FLPP karena unit yang dibangun untuk rumah subsidi tahun ini tidak banyak.

“Kami tahun ini hanya sediakan 350 unit. Itu karena kami sudah rencanakan dari awal dan melakukan penyesuaian dengan kebijakan-kebijakan pemerintah,” kata Marketing Director Ciputra Residence Yance Onggo kepada Bisnis, Minggu (1/9).

Tidak berfokus membangun rumah subsidi menjadi salah satu strategi agar tak terlalu terbebani dengan kuota FLPP yang sangat sedikit tahun ini.

Ciputra tahun ini juga memperbanyak portofolio rumah nonsubsidinya, salah satunya di Citra Maja Raya yang tersedia hingga 1.000 unit.

Selain itu, Ciputra Residence juga terus berkoordinasi dengan bank-bank penyalur agar berkesempatan mendapat kuota FLPP yang masih tersisa. Terlebih, rencananya 350 unit rumah tersebut diakadkan pada November mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
flpp, rumah bersubsidi

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top