Potensi Kedelai di Lahan Bekas Galian Pasir Capai 1,3 Ton Per Ha

Gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menunjukkan hasil yang signifikan.  
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  14:45 WIB
Potensi Kedelai di Lahan Bekas Galian Pasir Capai 1,3 Ton Per Ha
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, BOGOR Gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menunjukkan hasil yang signifikan.  

Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ugi Sugiharto menjelaskan kedelai yang ditanam di lahan eks galian pasir seluas 100 hektare (ha) di desa tersebut produktivitasnya mencapai 1,2 ton hingga 1,3 ton per hektar. 

Berdasarkan hasil tersebut, Kementan bersama lima kelompok tani di Desa Cibulan berencana menambah luasan area sebesar 200 ha, dalam waktu dekat. 

Sejatinya dari potensi yang terlihat, lahan yang bisa digarap seluas 500 ha. Apabila lahan tersebut semuanya bisa dimanfaatkan untuk tanam kedelai varietas Anjasmoro, Ugi yakin hasilnya dapat menyejahterakan petani.

Oleh karena itu, Ugi berharap gerakan olah tanah dan tanam kedelai di lahan eks galian pasir ini dapat dilakukan juga di desa-desa sekitar Kabupaten Kuningan. 

Pemerintah Desa Cibulan diharapkan bisa membantu pengembangan lahan eks galian pasir yang berada di desa lainnya, karena tanam kedelai di lahan tersebut bermanfaat untuk memulihkan lingkungan yang rusak.

"Substansinya kami ingin mengubah mindset petani supaya tak menjadi buruh tambang pasir. Karena itu, kami mengajak mereka untuk tanam kedelai," tutur Ugi, Rabu (28/8/2019).

Adapun Kementan melalui Ditjen Tanaman Pangan telah memberi pendampingan dan bantuan benih, pupuk organik, herbisida, pompa air, traktor roda empat, serta sarana dan prasarana produksi pertanian lainnya.

"Kalau di sini bisa ditanami kedelai dua sampai tiga kali setahun karena ada sumber air dari eks galian pasir yang bisa kami pompa sehingga kami masih bisa tanam kedelai di musim kemarau," tuturnya.

Ketua Kelompok Tani Citaman Desa Cubulan, Kecamatan Cidahu, Tasirin menuturkan pada Agustus ini dilakukan lagi penanaman kedelai di lahan bekas galian pasir. Prediksinya, November nanti kedelai bisa dipanen. 

"Kalau kami hitung per 200 petak atau 1/4 hektar, hasilnya bisa Rp2,5 juta. Ini dikerjakan hanya butuh waktu 3 bulan. Apabila setahun tanam tiga kali, kami dapat tambahan penghasilan sekitar Rp7,5 juta," jelas Tasirin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangan, kedelai

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top