KEK Galang Batang Incar Investasi Sebesar Rp17 Triliun

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang mengincar dana investasi sebesar Rp17 triliun sampai dengan akhir 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  07:32 WIB
KEK Galang Batang Incar Investasi Sebesar Rp17 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (8/12). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang mengincar dana investasi sebesar Rp17 triliun sampai dengan akhir 2020.

Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Santoni mengatakan investasi di KEK Galang Batang, Bintan akan mencapai Rp15 triliun hingga Rp17 triliun pada akhir tahun 2020. Dia optimistis target dapat tercapai sebab pada Desember 2020 ada pabrik alumina refinery yang sudah mulai produksi.

”Hingga Agustus ini, PT. BAI telah merealisasikan investasi Rp 5 triliun,” kata Santoni dalam siaran resmi Sabru (24/8). Menurutnya dana sebesar itu akan digunakan untuk pembangunan pabrik alumina refinery yang saat ini di tahap struktur dasar dan pembangunan gas plant yang dalam pondasi dan struktur dasar.

Selain itu ada juga pembangunan pelabuhan dengan dermaga serbaguna dan dermaga tongkang yang pembangunannya sudah mencapai 95 persen, serta infrastruktur dasar kawasan. Menurutnya investasi tersebut yang akan meningkat drastis menjadi Rp 15 triliun hingga Rp 17 triliun pada akhir tahun 2020, dengan target pada Desember tahun 2020 pabrik sudah mulai produksi.

”Kami meminta dukungan pemerintah agar semua bisa sesuai jadwal. Target ini tidak mudah dicapai tanpa dukungan semua pihak,” kata Santoni. Dia melanjutkan, pada triwulan I tahun 2021, PT. BAI menargetkan sudah bisa ekspor alumina 1 juta ton dengan devisa yang tercipta US$ 350 juta.

Seperti diketahui, KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2017 dengan target nilai investasi Rp36,25 triliun selama 5 tahun dan mampu menyerap tenaga kerja 23.200 orang. BAI merupakan perusahaan pembangun dan pengelola KEK Galang Batang.

Santoni menjelaskan hingga saat ini pihaknya telah menguasai lahan seluas 1.750 hektare dari target 2.333 hektare. Lahan seluas itu untuk membangun pengolahan dan pemurnian bijih bauksit  menjadi alumina berkapasitas 2 juta ton per tahun.

Kemudian pengolahan alumina menjadi aluminium ingot (smelting) berkapasitas 1 juta ton per tahun, pengembangan PLTU, dan pengembangan pelabuhan bongkar muat. ”Untuk mendukung operasional pabrik-pabrik pengolahan alumina ini, secara bertahap hingga tahap tiga nanti kami akan membangun PLTU 2.000 MW. Semua dana investasi dari PT. BAI sendiri,” kata Santoni.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Kemenko Ekonomi, Wahyu Utomo  menegaskan pemerintah memberi dukungan penuh terhadap kelancaran pembangunan dan investasi di KEK Galang Batang yang memberi dampak ekonomi signifikan terhadap daerah dan juga nasional. ”Misalnya tadi ada persoalan sertifikasi lahan dan proses perizinan, kita akan bantu koordinasikan dengan instansi terkait supaya semua berjalan lancar,” kata Wahyu Utomo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan ekonomi khusus

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top