Ramai Label Palm Oil Free, BPOM RI Pastikan Minyak Kelapa Sawit Aman

Pencantuman Label Palm Oil Free: Badan POM tegaskan Minyak Kelapa Sawit Aman
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 24 Agustus 2019  |  16:55 WIB
Ramai Label Palm Oil Free, BPOM RI Pastikan Minyak Kelapa Sawit Aman
Pekerja menyusun tandan buah segar kelapa sawit untuk diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit Adolina milik PTPN IV, di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (13/8/2019). - ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA - Akun twitter Badan POM RI diramaikan dengan cuitan tentang isu pelabelan 'palm oil free' terhadap produk makanan. 

Adanya label 'bebas minyak sawit' tersebut otomatis menjadi kampanye negatif terhadap minyak kelapa sawit Indonesia, sebagai produsen terbesar dunia.

Badan POM RI dalam akun twitternya menegaskan bahwa Minyak Kelapa Sawit Aman. Cuitan itu mendapat sambutan baik dari warganet. 

Beberapa tahun  belakangan mulai muncul kampanye negatif terhadap kelapa sawit Indonesia, termasuk maraknya pencantuman 'palm oil free' pada label produk makanan.

Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito secara tegas menyampaikan bahwa Badan POM tidak menyetujui pendaftaran produk yang mencantumkan klaim "Bebas Minyak Sawit" tersebut, dan aturan ini ditegakkan dengan tegas berdasarkan peraturan yang ada.

“Butuh upaya bersama untuk menangani masalah ini. Perlu dilakukan tindak lanjut berupa sosialisasi, penyebaran informasi dan edukasi secara masif, ekstensif, dan bersama-sama lintas sektor terkait. Tak hanya kepada pelaku usaha, tetapi juga kepada masyarakat luas,” kata Penny dalam keterangannya.

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Industri minyak kelapa sawit merupakan salah satu industri strategis nasional di Indonesia, baik dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO), maupun produk turunannya yang diperuntukkan industri kimia dan industri pangan misalnya minyak goreng, margarin, mayones, sabun, sampo, pasta gigi, bahan baku untuk baju, kertas koran, palm oil biodiesel, dan lain-lain.

Di Indonesia, minyak kelapa sawit memegang peran yang sangat penting. Minyak sawit telah ditetapkan menjadi salah satu bahan pokok sebagai pembawa fortifikan, dalam hal ini vitamin A yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah kurang gizi di tingkat nasional.

Sebelumnya Badan POM melakukan pertemuan bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, serta lintas sektor lainnya membahas tentang peran strategis minyak sawit dalam menghasilkan devisa negara, perkembangan mutakhir industri minyak sawit Indonesia, dan penanganan isu negatif minyak sawit Indonesia.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan POM atas inisiasi pertemuan tersebut.

“Ini sangat penting untuk industri Indonesia. Saya meminta agar hal ini disampaikan dan disebarluaskan agar tidak ada lagi kesalahpahaman terkait pencantuman label Palm Oil Free. Ke depannya jika ditemukan label-label tersebut bisa dilaporkan kepada Badan POM ataupun kementerian terkait,” ucapnya.

Penny menambahkan :

"Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk membangun upaya perlindungan terhadap daya saing perdagangan kelapa sawit, dan khususnya menghentikan penggunaan label “Palm Oil Free” yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak sawit, bpom

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top