Dikritik Soal Kinerja Penerimaan Pajak, Ini Jawaban Menkeu Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya akan terus melakukan reformasi perpajakan dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  15:34 WIB
Dikritik Soal Kinerja Penerimaan Pajak, Ini Jawaban Menkeu Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi keynote speaker dalam The 14th Gaikindo International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/7). - BISNIS.COM/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya akan terus melakukan reformasi perpajakan dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak.

Hal ini disampaikan oleh Sri Mulyani setelah Fraksi Gerindra mengkritik kinerja penerimaan pajak yang tidak baik.

Anggota Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono mengatakan bahwa penerimaan pajak yang ditunjukkan oleh defisit keseimbangan primer dalam APBN yang terus terjadi dari tahun ke tahun.

Menurut Bambang, hal ini mengakibatkan pemerintah harus terus menarik utang dalam rangka membayar utang yang akan jatuh tempo.

Sri Mulyani menekankan bahwa dalam urusan perpajakan, perlu diperhatikan pula keadaan ekonomi yang ada.

Ketika perekonomian sedang melemah maka harga komoditas pun cenderung turun sehingga menurunkan penerimaan pajak oleh negara.

"Memang pembayaran pajak oleh perusahaan yang selama ini wajib pajak masih menurun, tetapi kita akan coba terus tingkatkan ekstensifikasinya," ujarnya, Kamis (22/8/2019).

Untuk diketahui, defisit keseimbangan primer pada 2015 berada pada angka Rp142,5 triliun dan terus menurun hingga pada 2018 hanya Rp11,5 triliun.

Meski demikian, defisit keseimbangan primer diproyeksikan kembali meningkat dengan outlook mencapai Rp34,7 triliun dan kembali turun dalam RAPBN 2020 pada angka Rp12 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penerimaan pajak

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top