November, Garuda Uji Coba Pesawat Tanpa Awak untuk Angkut Kargo

Vice President Cargo Commercial Garuda Indonesia Dedy Irawan menuturkan hingga kini belum ada regulasi yang mengatur penggunaan pesawat tanpa awak untuk aktivitas komersial di Indonesia.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  18:36 WIB
November, Garuda Uji Coba Pesawat Tanpa Awak untuk Angkut Kargo
drone pengangkut kargo - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia menargetkan melakukan uji coba penerbangan kargo udara menggunakan pesawat nirawak pada November 2019 dengan 5 unit pesawat.

Vice President Cargo Commercial Garuda Indonesia Dedy Irawan menuturkan hingga kini belum ada regulasi yang mengatur penggunaan pesawat tanpa awak atau unmanned aricraft system (UAS) untuk aktivitas komersial, sehingga masih perlu penyesuaian regulasi terlebih dahulu bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Belum ada regulasinya, Garuda Indonesia bersama dengan Kemenhub akan membawa regulasi drone untuk masuk ke dalam Organisasi Penerbangan Sipil Internasional [International Civil Aviation Organization/ICAO]. Mudah-mudahan bisa diterima ICAO, itu diterima, domestik bisa mengadopsi [regulasi] itu," jelasnya kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Dia menuturkan pihaknya berencana mendatangkan 100 unit drone atau UAS yang 5 unit di antaranya akan didatangkan terlebih dahulu untuk uji coba di daerah timur Indonesia. Jika penyiapan regulasi lancar, dia berharap uji coba dapat dilaksanakan pada November mendatang.

Adapun pertemuan ICAO akan dilangsungkan pada November mendatang di Bangkok, Thailand. "Setelah itu, kalau memang disetujui, sampai terakhir November itu di daerah Ambon [akan uji coba], karena memang basisnya di situ banyak ikan, ke depannya sampai 100 drone dengan 5 unit di antaranya berupa helikopter," tuturnya.

Sebelumnya, Kemenhub sedang memproses sertifikasi pesawat tanpa awak yang akan digunakan Garuda Indonesia untuk mengembangkan bisnis kargo udara.

Sertifikasi tersebut dilakukan guna menunjang rencana uji coba yang akan dilakukan oleh emiten berkode GIAA tersebut. Namun, jangka waktu yang dibutuhkan dalam proses tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut. Proses sertifikasi diharapkan bisa rampung pada akhir bulan ini atau awal September. Hal tersebut akan bergantung pada sikap kooperatif dari pihak pabrikan, yakni Beihang UAS Technology Co. Ltd.

Terdapat delapan rute yang menjadi uji coba yakni Ambon-Dobo, Ambon-Saumlaki, Ambon-Langgur, Biak Jayapura, Biak-Sorong, Biak-Wamena, Biak-Timika, dan Biak-Manokwari. Daerah tersebut merupakan penghasil ikan.

Garuda memiliki misi menghubungkan Nusantara dalam waktu 24 jam dan terdapat 30 titik yang memiliki potensi dihubungkan dengan UAS. Rencananya ada 100 unit UAS yang dioperasikan oleh maskapai. Adapun kapasitasnya mencapai 2,5 ton per penerbangan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, Drone, kargo udara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top