Wapres JK : Pemerintah Bergantung Pada Pengusaha

Ekonomi Indonesia sebagian besar digerakan oleh sektor swasta. Kontribusi langsung pemerintah dalam perekonomian relatif kecil.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 18 Agustus 2019  |  16:23 WIB
Wapres JK : Pemerintah Bergantung Pada Pengusaha
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah menjanjikan akan membuka lebih banyak dukungan infrastruktur dan promosi dagang agar semakin banyak pengusaha dalam negeri meraih laba.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan ekonomi Indonesia sebagian besar digerakan oleh sektor swasta. Kontribusi langsung pemerintah dalam perekonomian relatif kecil.

"Pemerintah merasa bisa mengubah semua hal, padahal kekuatan kita [pemerintah dalam perekonomian] pada negeri ini hanya 20 persen," kata Jusuf Kalla dalam Ignite the Nation-Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia, di Istora Senayan Jakarta, Minggu, (18/8/2019).

JK melanjutkan, 80 persen lainnya dari perekonomian nasional digerakkan oleh aktivitas bisnis oleh pengusaha.

Meski begitu, kata Wapres JK, peran pemerintah adalah memastikan dukungan dasar seperti infrastruktur hingga promosi dagang untuk kelangsungan iklim berusaha.

"Jadi bukan Anda [pengusaha] tergantung pada pemerintah, tapi pemerintah yang bergantung pada Anda semua," kata JK.

Jusuf Kalla menyebutkan pemerintah berupaya agar pengusaha terus meningkatkan keuntungan, agar dapat membiayai birokrasi dan menjadi stimulus pembangunan. Laba yang besar memastikan pajak yang ditarik lebih banyak. 

"Kita ini [pemerintah] berusaha dan berdoa Anda [pengusaha] untung. Kalau Anda tidak untung maka negara mati. Menteri keuangan tidak bisa buat apa-apa kalau Anda tidak untung," kata JK.

Lebih lanjut Jusuf Kalla, yang pada masa mudanya juga pengusaha, menambahkan selain dukungan infrastruktur untuk mempelancar arus barang dan jasa, pemerintah juga membangun pusat keterampilan, sekolah hingga menggelar pameran promosi dagang untuk memastikan kebutuhan dunia usaha atas tenaga terampil dan pemasaran terpenuhi.

Selain itu, Jusuf Kalla menambahkan para pengusaha muda dalam memulai bisnisnya tidak membutuhkan bentuk yang sempurna. Usaha dapat dimulai sambil perlahan menaklukkan permasalahan yang timbul.

"Menjadi pengusaha, membangun startup seperti belajar berenang. Kalau baca semua buku tentang berenang lalu terjun ke tengah sungai. Itu [pasti] tenggelam. Tapi turun pelan-pelan dari pinggir, 3-4 hari bisa berenang," kata JK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Wapres JK

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top