Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemendag Tunggu ESDM Mengenai Penyetopan Ekspor Nikel Ore

Kementerian Perdagangan siap mengakomodasi kebijakan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang ingin mempercepat penghentian ekspor nikel ore.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  13:13 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan siap mengakomodasi kebijakan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang ingin mempercepat penghentian ekspor nikel ore.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dia akan menunggu laporan Kementerian ESDM mengenai percepatan penghentian ekspor nikel ore. Dia mengatakan, kebijakan itu penting untuk mendukung hilirisasi di sektor pertambangan.

“Kami masih menunggu keputusan dari Kementerian ESDM. Nanti saya tunggu informasi dari Pak Jonan. Kalau sudah ada informasi lanjutan, akan kami tindak lanjuti,” katanya, saat ditemui usa Sidang Tahunan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPR RI, Kamis (16/8/2019).

Namun demikian, dia tidak dapat memastikan kapan percepatan penghentian ekspor nikel ore tersebut akan dilaksanakan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM berencana untuk mempercepat pelarangan ekspor nikel ore dari jadwal awal yakni pada 2022. Namun, hingga saat ini, Kementerian ESDM belum kunjung mengumumkan secara resmi, kapan pelarangan ekspor tersebut dilakukan.

Adapun, kebijakan penghentian ekspor  produk sumber daya alam tersebut termaktub dalam Undang-Undang No. 4/2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top