Pelemahan Harga Komoditas, Konsumsi Dalam Negeri Perlu Didorong

Defisit neraca perdagangan pada Juli 2019 juga diakibatkan oleh harga komoditas yang terus mengalami pelemahan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  17:41 WIB
Pelemahan Harga Komoditas, Konsumsi Dalam Negeri Perlu Didorong
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Defisit neraca perdagangan pada Juli 2019 juga diakibatkan oleh harga komoditas yang terus mengalami pelemahan.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri mengatakan, harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara dan minyak sawit harus bisa bertahan.

"Seharusnya kita punya bargaining position yang tinggi. Misalnya kelapa sawit, karet, itu harus punya bargaining maka posisi tawar kita tinggi," ujar Heri, Kamis (15/8/2019).

Dia menyatakan, salah satu strategi awalnya adalah dengan menaikkan permintaan domestik kelapa sawit. Dia beralasan, kenaikan permintaan bisa didorong melalui penggunaan untuk kosmetik, pangan, kesehatan, sampai biodiesel.

"Artinya kalau permintaan komoditas meningkat harga akan naik," paparnya.

Dengan permintaan yang sudah melalui diversifikasi seperti B20 dan B30 jika belum meningkatkan harga maka permintaan perlu distimulus lagi. Jika produk berhasil terjual dan harga terkerek naik, Heri melihat ini akan menjadi sinyal bagi industri kelapa sawit agar produksi mereka bisa terjual. Selain itu, imbasnya ekspor bisa kembali meningkat.

"Kita harus buat harga komoditas meningkat salah satu caranya meningkatkan permintaan dalam negeri untuk hilirisasi apapun," pungkasnya.

Berdasarkan data yang diterima Bisnis.com dari BPS, ada banyak komoditas utama yang harganya melemah pada Juli 2019 dibandingkan dengan Juni 2019.

Harga batu bara dalam dolar Australia, tercatat US$72,10 per metrik ton pada Juli 2019. Harga ini turun tipis dari Juni 2018 (m-t-m) sebesar US$72,50 per metrik ton.

Penurunan harga terdalam sepanjang Januari 2019 sampai Juli 2019 terjadi Juni 2019 karena pada Mei 2019, harga batu bara masih US$82,30 per metrik ton sebelum turun jadi US$72,50.

Harga palm oil atau minyak sawit pada Juli 2019 juga turun dari Juni 2019 (m-t-m). Bisnis.com mencatat harga CPO pada Juli 2019 sebesar US$544,00 padahal pada Juni 2019 sebesar US$552,00.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top