BPS : Defisit Neraca Perdagangan Januari-Juli 2019 Capai US$1,9 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan secara akumulatif dari Januari 2019 sampai Juli 2019 masih tercatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,9 miliar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  11:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan secara akumulatif dari Januari 2019 sampai Juli 2019 masih tercatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,9 miliar.

Angka ini sedikit membaik dibandingkan dengan defisit kumulatif Januari-Juni 2019 sebesar US$1,93 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan bahwa nilai impor Juli 2019 mencapai US$15,51 miliar.

Suhariyanto mencatat nilai impor ini mengalami kenaikan 34,96 (m-t-m). Namun impor tersebut sebenarnya masih turun 15,21% (y-o-y) dari Juli 2018 sebesar US$18,30 miliar.

"Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya seluruh komponen penggunaan barang itu tumbuh negatif," paparnya, Kamis (15/8/2019).

Sementara itu, kinerja ekspor Juli tercatat US$15,45 miliar atau naik siginifikan dibandingkan dengan Juni sebesar 31,02%.

Secara kumulatif kinerja ekspor Januari-Juli 2019 tercatat US95,79 miliar atau turun 8,02% dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebesar US$104,14 miliar.

"Ini perlu menjadi perhatian karena struktur ekspor kita masih tergantung pada komoditas," kata Suhariyanto.

Dia menerangkan, kenaikan ekspor pada Juli 2019 ditopang baik oleh migas maupun nonmigas. Akan tetapi, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu kinerja ekspor turun 5,12%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top