LELANG SPAM PEKANBARU : Saham Moya di Konsorsium Minoritas

Moya bergabung dengan Manylad Water Services Inc dan PT Elnusa Tbk. dalam sebuah konsorsium dalam pelelangan proyek SPAM Pekanbaru.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  17:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Moya Indonesia, anak usaha Moya Asia Holding Limited, dinyatakan lulus tahap prakualifiaksi proyek sistem penyediaan air minum Pekanbaru. Moya akan bersaing dengan lima peserta yang lain juga lulus pada tahap ini.

CEO Moya Indonesia Holdings Pte. Ltd. Mohamad Selim mengatakan bahwa Moya bergabung dengan Manylad Water Services Inc dan PT Elnusa Tbk. dalam sebuah konsorsium dalam pelelangan proyek SPAM Pekanbaru.

Moya dan Elnusa, katanya, akan mendapat porsi minoritas, sedangkan Manylad akan menjadi pimpinan konsorsium.

"Mengenai angkanya [terkait komposisi saham di konsorsium] belum bisa diumumkan," ujar Selim kepada Bisnis, Rabu (14/8/2019).

Sebelumnya, PDAM Kota Pekanbaru telah mengumumkan enam peserta yang lulus prakualifikasi. Selain konsorsium Manylad, Moy, dan Elnusa, peserta yang lulus yaitu KSO (kerja sama operasi) PT Adhya Tirta Batam dan PT Bangun Cipta Kontraktor;  Konsorsium PT Krakatau Tirta Industri, PT Brantas Abipraya, PT Rukun Raharja;  Konsorsium PT Metito Indonesia, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.; Konsorsium PT PP Infrastruktur, PT Memiontec Indonesia, PT Envitech Perkasa; dan Konsorsium Manila Water Inc. bermitra dengan PT Indah Karya (Persero) dan Sarana Tirta Ungaran.

Proyek SPAM Pekanbaru dijadwalkan memulai tahap request for proposal atau permintaan penawaran pada Agustus 2019.

Badan usaha ditawarkan untuk merehabilitasi dengan skema guna, serah dan bangun, guna, serah dengan durasi kerja sama 25 tahun. Nilai investasi pada proyek ini mencapai Rp750 miliar.

Berdasarkan catatan Bisnis, Moya pernah memenangkan lelang proyek KPBU di sektor air minum, yaitu pada proyek SPAM Semarang Barat.

Moya lewat anak usaha PT Aetra Air Jakarta bermitra dengan PT Medco Gas Indonesia memenangi lelang SPAM berkapasitas 750 liter per detik. Kedua perusahaan tersebut lantas membentuk PT Air Semarang Barat.

Secara umum, Moya memiliki dua perjanjian konsesi dan satu penyediaan air baku lewat entitas PT Aetra Air Jakarta, PT Aetra Air Tangerang, dan PT Aquatico Air Indonesia.

Moya juga memiliki proyek dengan skema bangun, guna, dan serah lewat empat entitas yaitu PT Moya Bekasi Jaya, PT Moya Tangerang,  PT Moya Makassar, dan PT Air Semarang Barat.

Operasional Moya di Indonesia berada di bawah naungan Moya Indonesia Holdings Pte. Ltd. yang merupakan anak usaha Moya Asia Holding Limited, perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Singapura.

Laporan Tahunan Moya Asia Holding Limited 2018 menunjukkan bahwa total kapasitas produksi air mencapai 14.085 liter per detik dengan jumlah pelanggan 527.000 dan penduduk terlayani 3,5 juta jiwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air minum, pdam, sistem penyediaan air minum (spam)

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top