DIREKTUR UTAMA PT WIKA REALTY AGUNG SALLADIN : “Milenial Ingin Hunian yang Aksesnya Mudah”

Setelah 19 tahun berjalan, PT WIKA Realty kini menjelma menjadi salah satu perusahaan property development papan atas di Indonesia dengan aset hampir Rp10 triliun.
Puput Ady Sukarno & Fitri Sartina Dewi Puput Ady Sukarno & Fitri Sartina Dewi | 14 Agustus 2019 15:01 WIB
DIREKTUR UTAMA PT WIKA REALTY AGUNG SALLADIN : “Milenial Ingin Hunian yang Aksesnya Mudah”
Dirut WIKA Realty Agung Salladin. BISNIS - Puput Ady Sukarno

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah 19 tahun berjalan, PT WIKA Realty kini menjelma menjadi salah satu perusahaan property development papan atas di Indonesia dengan aset hampir Rp10 triliun. Bisnis.com berkesempatan mewawancarai Dirut PT WIKA Realty Agung Salladin guna mengetahui lebih detail perjalanan bisnis anak usaha salah satu BUMN karya tersebut di Tanah Air. Berikut petikannya.

Bagaimana perkembangan bisnis WIKA Realty sejak awal hingga saat ini?

Awal mula WIKA Realty sebagai developer, cikal bakalnya membeli lahan milik Perumnas, yang kami kembangkan menjadi kawasan yang di atasnya kelas Perumnas. Kawasan pertama saat itu adalah Taman Persada Kemala di Bekasi. Saat itu bikin konsep rumah taman dengan sport club.

Dari situ lantas dikembangkan property landed house lainnya dengan kelas menengah ke atas, mulai dari Taman Sari Pesona Bali di Cirende, kemudian Tamansari Persada Raya, Taman Sari Bukit Bandung, hingga berkembang ke kota lain seperti Bogor, Bandung, Balikpapan.

Kemudian kami masuk ke bisnis high rise building pada 2007. Apartemen pertama waktu itu Taman Sari Sudirman, disusul Taman Sari Semanggi, berkembang terus hingga sekarang Taman Sari Hive, Taman Sari Parama, dll. Pada 2010, kami masuk ke Provinsi Bali mulai bikin kondo resort sebanyak 4 proyek. Saat ini dua proyek telah beroperasi dan dua lainya sedang proses development.

Ada berapa banyak total proyek hingga saat ini?

Kami ada di sembilan provinsi, tersebar di 13 kota, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Palembang, Kendari dan paling ujung adalah Manado. Kalau untuk tahun ini proyek yang sedang running ada 19 proyek. Termasuk, pengembangan baru yang mulai besar-besar, karena oleh pemegang saham diminta agar sudah mulai mengembangkan township development.

Kami saat ini juga diminta konsentrasi pengembangan transit oriented development [TOD] dari kereta cepat Jakarta—Bandung, karena WIKA ditugaskan sebagai leader untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang ditargetkan bisa beroperasi pada pertengahan 2021.

Apakah TOD WIKA Realty hanya di kereta cepat atau ada juga yang lain?

Fokus saat ini memang di TOD kereta cepat. Meski demikian, kawasan kami memang banyak yang terintegrasi dengan angkutan massal. Salah satunya, kami punya lahan di MT Haryono, yaitu Jakarta River City. Ada 6 ha lahan yang dalam waktu dekat sedang kami kembangkan menempel dengan stasiun LRT.

Selain itu, kami juga kembangkan tanahnya Pulomas, connecting dengan Stasiun LRT Pulomas. Di Bandung, juga ada dengan KAI yang akan terintegrasi dengan kereta cepat. Jadi, kami sebutnya konsep TOD, yang terintegrasi dengan angkutan massal.

Proyek-proyek ini memang tujuannya di samping saya harus jualan property development, kami juga akan fokus pengembangan property investment, dengan tujuan mendapatkan recurring income. Karena 5 tahun ke depan recurring income kami harus mencapai 30% dari sales.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : wika realty
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top