Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produk Pertanian Indonesia Berpotensi Perluas Pangsa Pasar Ekspor

Produk pertanian dalam negeri memiliki potensi yang besar di banyak mitra dagang nontradisional selain negara-negara tujuan utama seperti Singapura, Australia, Timor Leste, dan Amerika Serikat.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  09:27 WIB
Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Rachman
Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA Produk pertanian dalam negeri memiliki potensi yang besar di banyak mitra dagang nontradisional selain negara-negara tujuan utama seperti Singapura, Australia, Timor Leste, dan Amerika Serikat.

Direktur Amerika II Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Darianto Harsono berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan kerja sama komprehensif yang telah disepakati antara Indonesia dan Cile, mitra dagang terbesar ketiga RI di Amerika Selatan.

"Sejak 10 Agustus [2019], Indonesia telah menikmati penurunan tarif sampai nol persen untuk produk-produknya yang akan dipasarkan ke Cile dan ini juga berlaku untuk komoditas pertanian. Ini adalah kesempatan bagi eksportir kita untuk meningkatkan ekspor ke negara tersebut," ujar Darianto, Senin (12/8/2019).

Meski kawasan Amerika Selatan dikenal sebagai salah satu kawasan produsen tanaman pangan, Darianto menyebutkan Indonesia masih berpeluang besar dan memiliki keunggulan dari segi kualitas. Selain tanaman pangan segar, komoditas hortikultura seperti buah-buahan tropis ia sebut merupakan salah satu yang punya keunggulan tinggi.

"Memang ada pesaing lain seperti beras asal Vietnam, Thailand, dan negara Amerika Latin lain. Tapi kita punya keunggulan, terutama dari aspek healthy product. Penduduk kawasan itu juga sangat memperhatikan isu kesehatan. Jadi, kalau kita usung produk dengan kualitas tersebut saya rasa peluangnya besar," sambung Darianto.

Adapun salah satu upaya untuk menjamin rantai pemasaran produksi tanaman pangan segar ke para eksportir diwujudkan lewat pengadaan gudang penyimpanan di sentra-sentra produksi yang diprakarsai para pelaku usaha. Sampai saat ini, telah tersedia gudang dengan kapasitas 8.000 ton yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Gudang-gudang penyimpanan ini diharapkan dapat hadir di lokasi-lokasi yang menjadi titik ekspor dan berdekatan dengan kawasan sentra produksi seperti di Belawan, Batam, Makassar, dan Banjarmasin.

"Berbicara daya saing ekspor tak lepas dari rantai pasok dari hulu sampai hilir. Dari segi hulu sudah ada berbagai bantuan seperti benih dan bantuan on farm lainnya. Saya yakin kalau sistem logistik ini dilanjutkan, kita pasti bisa ekspor berbagai tanaman pangan," ujar Sekretaris Jendral Dewan Jagung Nasional Maxdeyus Sola.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan pertanian
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top