Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Beras hingga September Diperkirakan Capai 26,91 Juta Ton

Produksi beras dalam negeri diperkirakan mencapai 26,91 juta ton sampai September 2019. Dengan perhitungan rata-rata konsumsi nasional sebesar 111,58 kg per kapita per tahun, produksi beras diperkirakan mencapai titik surplus sebanyak 4,64 juta ton pada periode ini.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  20:26 WIB
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi beras dalam negeri diperkirakan mencapai 26,91 juta ton sampai September 2019. Dengan perhitungan rata-rata konsumsi nasional sebesar 111,58 kg per kapita per tahun, produksi beras diperkirakan mencapai titik surplus sebanyak 4,64 juta ton pada periode ini.

Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan kerangka sampel area (KSA) dengan luas panen besar 8,99 juta hektare (ha), produksi selama Januari-September diperkirakan mencapai 46,9 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 26,91 juta ton beras. Adapun untuk konsumsi, selama periode ini diperkirakan jumlahnya mencapai  22,28 juta ton.

"Jadi, kalau dihitung produksi dikurangi konsumsi, Januari sampai September ini surplus sekitar 4,6 juta ton," ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, Senin (12/8/2019).

Suwandi pun memastikan stok beras dalam negeri bakal aman meski terdapat potensi lahan puso selama musim kemarau. Ia mengatakan ketersediaan tersebut didukung dengan produksi di luar Pulau Jawa dan adanya penanaman varietas padi gogo yang diketahui tahan pada musim kering.

"Stok tidak terganggu insyaallah karena pengamanan kita lebih kencang. Di luar Pulau Jawa kita siasati dengan menanam di daerah rawa seperti di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan. Kita bahkan punya program menanam padi gogo [varietas tahan musim kering] di lahan bekas padi pada MT 2 [musim tanam kedua] seluas 500.000 ha," sambungnya.

Adapun berdasarkan data Kementan sampai Juli 2019, luas lahan yang mengalami puso sampai saat ini telah mencapai 31.000 ha atau 0,32 persen dari total luas lahan tanam padi yang tercatat berada di angka 9,46 juta ha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan produksi beras
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top