15 Agustus, Proyek Revitalisasi Terminal 1C Soekarno-Hatta Dimulai

Nantinya Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki kapasitas 18 juta penumpang per tahun dari sebelumnya hanya 9 juta penumpang per tahun.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  14:15 WIB
15 Agustus, Proyek Revitalisasi Terminal 1C Soekarno-Hatta Dimulai
Calon penumpang antre masuk ke dalam terminal untuk lapor diri atau chek in di Termial 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (23/12/2018). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA--PT Angkasa Pura II (Persero) akan memulai revitalisasi Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng mulai 15 Agustus 2019. 

Senior Manager Of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri T. Simatupang mengatakan bahwa pengembangan Terminal 1 dilakukan secara bertahap dimulai dari Terminal 1C, menyusul kemudian 1B dan 1A.  Selama dilakukan penataan, Terminal 1C tidak dapat dioperasikan untuk sementara waktu. 

"Revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kapasitas jumlah penumpang dua kali lipat dari yang ada saat ini," kata Febri dalam siaran pers, Selasa (13/8/2019).

Dia menambahkan khusus di Terminal 1,  nantinya terminal ini akan memiliki kapasitas 18 juta per tahun dari sebelumnya 9 juta penumpang per tahun. Adapun, Terminal 1 sejak pertama kali dioperasikan pada 1985 dan hingga saat ini belum pernah dilakukan revitalisasi.

Jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta pada 2018 sudah mencapai 67 juta orang, sedangkan kapasitasnya hanya 43 juta orang per tahun. Kondisi terminal saat ini dinilai kurang memadai untuk melayani jumlah penumpang yang terus bertambah.

Dia menuturkan revitalisasi Terminal 1 akan tetap mempertahankan desain awal. Proyek yang diagendakan selesai pada 360 hari tersebut akan memperluas central corridor area, connecting boarding lounge area, check-in counter area dan sebagainya.

Maskapai yang berada di Terminal 1C saat ini Citilink Indonesia, Trigana Air dan Airfast Indonesia akan berpindah operasional pada 15 Agustus 2019.  Khusus maskapai Citilink akan pindah ke Terminal 2 domestik, sedangkan Trigana dan Airfast bergeser ke Terminal 1B.

Febri menuturkan gagasan untuk melakukan peremajaan dilakukan selain karena untuk meningkatkan kapasitas penumpang juga sebagai terobosan guna mengimplementasikan dari perkembangan dunia teknologi. Inovasi serta konsep transformasi layanan  berbasis digital atau otomatisasi nantinya guna mempercepat pergerakan penumpang di dalam terminal.

“Berbagai layanan berbasis digital, seperti digital lounge, fasilitas game station, digital wayfinding,  smart baggage, akan tersedia di sana,” ujarnya.  

Tidak hanya Terminal 1, imbuhnya, Terminal 2 pun secara bertahap sedang dilakukan revitalisasi, sehingga secara keseluruhan total akan dapat menampung 75 juta penumpang per tahun. 

Proyek revitalisasi ini akan terintegrasi dengan sejumlah proyek pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta lainnya, antara lain seperti proyek pembangunan integrated building dan peningkatan aksesibilitas yang nantinya akan menjadikan sebagai salah satu bandara terbaik di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara soekarno-hatta, angkasa pura ii

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top