Benarkah Manufaktur Sulit Berkembang di Luar Jawa?

Upaya ekspansi sektor manufaktur di Indonesia masih terkendala kesenjangan di Jawa dengan luar Jawa.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  15:28 WIB
Benarkah Manufaktur Sulit Berkembang di Luar Jawa?
Didirikan sejak 1985 di Jakarta, PT Sinar Harapan Plastik saat ini pemimpin pasar dalam manufaktur dan pengolahan produk SHP Mainan di Indonesia. Kami saat ini mampu memproduksi dan menjual hingga 600.000 unit mainan tunggang dalam waktu setahun. - Foto SHP Toys

Bisnis.com, JAKARTA -- Upaya ekspansi sektor manufaktur di Indonesia masih terkendala kesenjangan di Jawa dengan luar Jawa.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi menyatakan bahwa infrastruktur masih jadi kendala utama pembangunan manufaktur di luar Pulau Jawa.

"Maka perlu menguatkan pembangunan infrastruktur. Menghubungkan semua kawasan industri dengan infrastruktur yang sudah dibangun," jelas Doddy di Kantor Bank Indonesia, Senin (12/8/2019).

Oleh sebab itu, menurut Doddy, infrastruktur masih jadi fokus utama. Salah satunya meneruskan pembangunan konektivitas guna memberi kemudahan investasi.

Dia meyakini bahwa peta pembangunan industri yang terintegrasi akan mendorong iklim usaha yang lebih efisien.

"Di luar Jawa sudah ada Morowali Industrial Park. Itu contoh keberhasilan di luar Jawa dengan kawasan industri hilir," ungkapnya.

Dia menyebut di Morowali telah ada 11 perusahaan dari berbagai jenis produksi.

Terkait dengan industri petrokimia ke depan juga masih ada investor baru yang akan masuk di area industri Jawa Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top