Kurangi Polusi Udara DKI Jakarta, BPTJ : Ganjil Genap Adalah Solusi

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan perluasan ganjil genap di DKI bisa langsung diimplementasikan dalam waktu singkat.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  07:42 WIB
Kurangi Polusi Udara DKI Jakarta, BPTJ : Ganjil Genap Adalah Solusi
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat memberikan keterangan pers seusai diskusi panel menyoal masa depan sistem pengelolaan transportasi Jabodetabek, Kamis (2/5/2019). Dia mengungkapkan perlunya peran swasta dalam menjalankan rencana aksi 2020-2024, total investasi swasta yang dibutuhkan mencapai Rp247,5 triliun atau sebesar 75,12% dari total investasi Rp329,5 triliun. - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek berpendapat perluasan ganjil genap nomor kendaraan di DKI Jakarta merupakan salah satu solusi jangka pendek mengurangi kemacetan dan polusi udara di Ibu Kota.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan perluasan ganjil genap di DKI bisa langsung diimplementasikan dalam waktu singkat.

“Apa nih yang bisa kita lakukan segera dan apa yang bisa kita lakukan saat ini? Dan, menurut saya ganjil genap adalah solusinya,” katanya dalam siaran pers, Rabu (7/8/2019).

Oleh karena itu, Bambang meminta dukungan masyarakat terkait dengan rencana perluasan ganjil genap yang tengah dikaji oleh Pemprov DKI Jakarta.

Dia menekankan perluasan ganjil genap merupakan salah satu langkah yang saat ini memungkinkan untuk segera dilakukan dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Kebijakan lain seperti Electronic Road Pricing (ERP) di ruas jalan tertentu yang juga untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor, imbuhnya, ternyata membutuhkan proses yang tidak sebentar. “Padahal, persoalan kemacetan dan polusi udara merupakan masalah yang harus ditangani saat ini,” tegasnya.

Selama ini, Bambang menilai masyarakat sudah nyaman dengan penggunaan kendaraan pribadi. Tanpa disadari kenyamanan yang didapatkan ternyata turut berkontribusi pada kemacetan dan polusi udara.

“Tanpa kita sadari, kenyamanan yang selama ini kita dapat justru membuat kita sendiri dan juga orang lain menjadi susah karena terjebak kemacetan dan polusi udara yang ditimbulkan,” jelas Bambang.

Menurutnya, salah satu upaya untuk bisa mengurai kemacetan adalah dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan mulai beralih menggunakan angkutan umum massal.

Bambang juga kembali menyampaikan bahwa penerapan aturan ganjil genap ditujukan supaya masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

“Jadi kebijakan ganjil genap yang kita implementasikan tidak kami tujukan supaya masyarakat menggunakan jalur alternatif,” tegas Bambang.

Bambang berpendapat bahwa selama ini baik pemerintah pusat maupun daerah terus berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan umum massal.

Bambang mencontohkan layanan Transjakarta yang pelayanannya terus meningkat. “Bahkan saat ini Pemprov DKI memiliki layanan Jak Lingko,” ujar Bambang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ganjil genap, BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top