Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terus Tergerus Angkutan Online, Ini Fokus Kementerian Perhubungan 2020

Kementerian Perhubungan akan memfokuskan diri pada dua program pembenahan moda angkutan jalan yaitu revitalisasi terminal bus tipe A dan pengembangan angkutan perkotaan pada 2020.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  09:06 WIB
Bus Transjakarta - Antara
Bus Transjakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan akan memfokuskan diri pada dua program pembenahan moda angkutan jalan yaitu revitalisasi terminal bus tipe A dan pengembangan angkutan perkotaan pada 2020.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Cucu Mulyana mengatakan dua program itu mengacu moda angkutan jalan merupakan moda yang memiliki growth share yang paling tinggi dibandingkan dengan angkutan umum lainnya.

“Sesuai arahan Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan di tahun 2020 akan mulai fokus membenahi angkutan jalan dan program tersebut sudah dicanangkan pengalokasian di tahun 2020,” katanya dalam siaran pers, Rabu (31/7/2019).

Untuk revitalisasi terminal bus, Cucu menjelaskan proyek revitalisasi meliputi perbaikan fisik terminal, penambahan lounge atau ruang tunggu dan pembaharuan toilet.

Sebagaimana yang dicanangkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, imbuhnya, terminal bus tipe A akan dibangun setara dengan bandara sehingga masyarakat akan tertarik menggunakan angkutan massal.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga akan menjalankan program pengembangan angkutan umum massal di perkotaan dengan skema Buy The Service (BTS). Skema Buy the Service adalah pembayaran pelayanan angkutan umum dilakukan oleh pemerintah sesuai dengan jumlah perjalanan yang telah dilakukan.

“Program ini telah diterapkan pada beberapa kota di Indonesia terlebih dahulu, seperti Medan, Surakarta, Surabaya, Palembang, Yogyakarta dan Denpasar, dimana nantinya akan dievaluasi dan akan kami kembangkan,” jelas Cucu.

Untuk menjalankan semua program itu, dia menilai harus ada sinkronisasi dan harmonisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Sekarang kami sedang mengkaji bagaimana kelembagaannya, bagaimana konsep ke depan, tentu kota akan berdayakan peran serta masyarakat salah satunya para pengusaha,” kata Cucu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Ojek Online
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top