Ini Brand yang Paling Dikenal Netizen

Tras N Co kembali menggelar Indonesia Digital Popular Brand Award 2019.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  23:09 WIB
Ini Brand yang Paling Dikenal Netizen
Ilustrasi media sosial - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA — Tras N Co kembali menggelar Indonesia Digital Popular Brand Award 2019.

Dengan menggandeng Media Info Brand dan IMFocus Digimarketing Consultant selaku Certified Google Partner, Tras N Co Indonesia memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang dinilai memiliki kontribusi positif terhadap pengembangan brand digital di Tanah Air.

Chairman Tras N Co Indonesia Tri Raharjo mengatakan para penerima awards secara empiris telah lolos Survei Indonesia Digital Popular Brand Index berdasarkan tiga aspek penilaian yaitu Social Media Based, Search Enggine Based dan Website Based.

Adapun, aspek yang dikaji bertujuan untuk mendorong para pelaku brand agar semakin kreatif, informatif, serta konsisten dalam rangka membangun keunggulan brandnya.

"Kami mengukur tingkat kepopuleran brand berdasarkan pilihan dari netizen. Tak kurang 150 kategori produk dengan 1.000 brand tersurvei telah dilakukan oleh kami," katanya melalui siaran pers, Minggu (29/7/2019).

Adapun, pemenang Indonesia Digital Popular Brand Award 2019 Fase Kedua adalah Blackmores (Kategori Suplemen Makanan), KFC (Kategori Resto Fried Chicken), Salep 88 (Kategori Krim/Salep Anti Jamur), dan Jungle Land (Kategori Wahana Bermain Anak).

Kemudian, Milna (Kategori Bubur dan Biskuit Bayi), Germany Briliant (Kategori Shower), Ardilles (Kategori Sepatu Sandal), Inoac (Kategori Kasur Busa), serta BigFoam (Kasur Busa).

Terakhir ada Telkomsel (Simcard Prabayar), SAP SuccessFactors (HR Information System), BNI Syariah (Bank KPR Syariah), Wijaya Karya (Jasa Kontraktor), dan OBH Combi Anak (Obat Flu dan Batuk Anak).

Ekonom sekaligus dosen Universitas Airlangga Dr. Gancar Candra Premananto menambahkan setiap brand mempunyai kisah menarik yang bisa diangkat untuk mendongkrak branding itu sendiri. Hal tersebut juga dimaksudkan guna membangun positioning atau diferensiasi terhadap produk serupa di pasaran.

"Story telling merupakan materi yang harus dikuasai oleh pemasar, untuk membangun emotion, involvement serta enggagement pada merk. Kreativitas dan inovasi harus selalu diasah di lingkungan internal perusahaan," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
brand, industri

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top