Tendensi Di Balik Kebijakan Pengendalian Impor

Untuk menjaga stabilitas fiskal,  perlu disusun kebijakan pengendalian impor yang komprehensif dan spesifik.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  07:40 WIB
Tendensi Di Balik Kebijakan Pengendalian Impor
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Untuk menjaga stabilitas fiskal,  perlu disusun kebijakan pengendalian impor yang komprehensif dan spesifik.

Ekonom Indef Enny Sri Hartati mengatakan bahwa kebijakan pengendalian impor yang dilakukan pemerintah selama ini selalu memiliki berbagai macam tendensi. Merosotnya impor sudah pasti akan menurunkan kinerja penerimaan dari sektor tersebut.

Hanya saja persoalan yang terjadi saat ini adalah, pengendalian impor memang tidak bisa optimal karena barang yang dikenakan hanya bersifat konsumsi. 

Di satu sisi banyak juga kebijakan yang diterapkan pemerintah cenderung membebaskan pajak-pajak impor, yang di satu sisi juga akan menekan penerimaan pajak dari sektor impor.

“Harusnya pemerintah membuat kebijakan yang sifatnya komprehensif dan spesifik, misalnya fasilitas kepada barang impor berorientasi ekspor, harus benar-benar dimanfaatkan oleh pengusaha bersangkutan,” kata Enny di Jakarta, Senin (15/7/2019). 

Dengan berbagai persoalan yang menggunung, pekerjaan rumah yang perlu dilakukan pemerintah untuk mendorong kinerja penerimaan PPN jalan satu-satunya adalah membangkitkan industri-industri yang memiliki korelasi langsung dengan penerimaan PPN.

Selama ini pelemahan penerimaan PPN terjadi karena industrinya juga berjalan cukup lambat.

Hal ini akan berbeda jika industrinya bisa tumbuh di atas 4,5% - 5%, apabila industri mampu tumbuh di angka tersebut, pemerintah bisa memastikan bahwa penerimaan PPN juga akan mengalami kenaikan paling tidak di atas level yang diterima saat ini.

“Tetapi kalau rendah, ya penerimaannya rendah. Sedangkan PPN impor juga sebenarnya tidak terlalu besar,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
impor

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top