SMF & Korean Housing Bertukar Informasi Seputar Perumahan

Kerja sama kedua pihak merupakan sinergi nyata dalam rangka pengembangan industri perumahan, khususnya rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  17:16 WIB
SMF & Korean Housing Bertukar Informasi Seputar Perumahan
Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial Ananta Wiyogo (kedua kiri) dan Presiden HUG Lee Chae-Kwang berfoto bersama seusai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pertukaran informasi seputar perumahan dan jaminan pembiayaan di Jakarta, Selasa (16/7/2019). - Mutiara Nabila

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menandatangani kerja sama dengan Korean Housing and Urban Guarantee Corporation terkait dengan pertukaran informasi seputar kebijakan perumahan dan jaminan sistem pembiayaan perumahan.

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan bahwa kerja sama itu merupakan sinergi nyata dari kedua pihak dalam rangka pengembangan industri perumahan, khususnya rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan dasar bagi kedua belah pihak dalam melakukan kerja sama, penelitian, berbagi informasi, berbagi pengetahuan yang berkaitan erat dengan pembiayaan perumahan,” ucap Ananta, Selasa (16/7/2019).

Senada dengan itu Presiden Korean Housing and Urban Guarantee Corporation  (HUG) Lee Chae-Kwang menyambut baik jalinan kerja sama tersebut karena SMF dan HUG memiliki kesamaan fungsi dan peran dalam mendukung pengembangan industri perumahan.

Kerja sama antara SMF dan HUG itu akan berlangsung selama setahun dan mencakup lima hal, yakni pertukaran bahan materi dokumen dan Informasi mengenai kebijakan perumahan, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam kaitannya dengan pengoperasian sistem jaminan.

Selain itu, kerja sama juga ditujukan untuk menemukan kebijakan dan peluang baru terkait jaminan, pertukaran informasi terkait pasar perumahan, pembinaan sumber daya manusia, dan penegakan kemitraan bersama.

Ananta menambahkan bahwa kekurangan pasokan (backlog) perumahan di Indonesia masih sangat tinggi. Jumlahnya diprediksi masih bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang akan mencapai 305,65 juta pada tahun 2035 serta meningkatnya urbanisasi.

Pemerintah sendiri dalam rencana jangka menengah-panjangnya telah menargetkan untuk menurunkan backlog sebesar 5 juta pada tahun ini.

Terkait dengan hal itu, Ananta menuturkan bahwa HUG yang menjalani bisnis utamanya yakni jaminan dan pengelolaan dana perumahan dan permukiman telah berhasil membantu lebih dari 12 juta rumah tangga dalam hal kepemilikan rumah melalui skema jaminan, dengan total nilai jaminan mencapai 1.183 triliun won.

“Apa yang dilakukan HUG dengan membantu lebih dari 12 juta rumah tangga dalam kepemilikan rumah ini juga telah membantu pemerintah mereka mencapai tujuannya,” tutur Ananta.

Bukan tidak mungkin model bisnis penjaminan perumahan yang dilakukan HUG, kata Ananta, dapat menjadi rujukan bagi SMF dalam membantu meringankan beban Pemerintah dalam memperluas akses ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau untuk MBR, serta mendorong pertumbuhan industri perumahan di Indonesia lebih luas lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perumahan, backlog perumahan, mbr, smf

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top