Charoen Pokphand Targetkan 17 Rumah Potong Hewan Unggas dengan Cold Storage

Integrator produk unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menargetkan 17 unit rumah potong hewan unggas dengan fasilitas gudang berpendingin siap beroperasi hingga akhir tahun depan demi mengantisipasi fluktuasi harga daging ayam. 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  11:35 WIB
Charoen Pokphand Targetkan 17 Rumah Potong Hewan Unggas dengan Cold Storage
Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Tjiu Thomas Effendy (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai rapat umum pemegang saham perseroan, di Jakarta, Kamis (23/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, TABANAN — Integrator produk unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menargetkan 17 unit rumah potong hewan unggas dengan fasilitas gudang berpendingin siap beroperasi hingga akhir tahun depan demi mengantisipasi fluktuasi harga daging ayam. 

Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy mengemukakan bahwa bisnis perunggasan Tanah Air masih memiliki prospek yang baik terlepas dari sejumlah kendala seperti kelebihan pasokan yang menyebabkan harga terpuruk. 

“Ketika permintaan menurun, saat itulah seolah-olah terjadi oversupply produksi ayam dan harga di peternak turun, bahkan di bawah biaya pokok produksi. Untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan upaya untuk menampung, di antaranya mendirikan usaha rumah potong hewan unggas beserta rantai dinginnya [cold storage] sehingga harga dapat terjaga,” katanya, usai meresmikan RPHU baru di Tabanan, Bali pada Selasa (9/7/2019). 

Untuk tahun ini, emiten berkode CPIN itu memasang target pengoperasian 11 RPHU baru dengan kapasitas potong total 455.000 ekor per hari. RPHU yang telah beroperasi tahun ini ada 6 unit, termasuk yang baru diresmikan di Tabanan. 

RPHU Tabanan sendiri beroperasi dengan kapasitas sebesar 2.000 ekor per jam. Seiring dengan peningkatan kebutuhan, produksi dapat ditingkatkan sampai 28.000 ekor per hari dengan durasi 14 jam. 

RPHU Tabanan juga memiliki fasilitas pendingin berkapasitas 45 ton untuk ayam segar (fresh chilled), 50 ton untuk ayam beku, dan 50 ton untuk food process product. Sampai akhir kuartal IV/2020, total RPHU milik CPIN yang beroperasi ditargetkan berjumlah 17 dengan kapasitas potong sebesar 765.000 ekor per hari. 

Thomas tak menyebutkan besaran nominal yang bakal dialokasikan perusahaan untuk penambahan unit RPHU, tetapi investasi rumah potong di Tabanan diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
charoen pokphand indonesia, unggas, daging ayam

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top