Kata Wapres JK, Rumah Sakit Membeludak Bukan Indikator Keberhasilan Layanan Kesehatan

Wapres Jusuf Kalla mengatakan rumah sakit hanyalah ujung dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  15:55 WIB
Kata Wapres JK, Rumah Sakit Membeludak Bukan Indikator Keberhasilan Layanan Kesehatan
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima penjelasan dari manajemen RS Yarsi dalam peresmian fasilitas kesehatan ini pada Rabu (10/7 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir pemerintah daerah yang membanggakan gedung rumah sakitnya besar dengan pasien yang membeludak.

“Kalau saya ke daerah melihat rumah sakit atau meresmikan rumah sakit, selalu gubernur bupati bangga rumah sakitnya. Dia bilang mulai subuh sudah mulai antre, bangga, padahal sebenarnya suatu masyarakat kota apabila antre sejak subuh berarti kotanya jelek,” kata Jusuf Kalla dalam peresmian Rumah Sakit Yarsi Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, rumah sakit hanyalah ujung dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya pertama justru datang dari penataan lingkungan yang baik.

“Sangat terpengaruh kepada kesehatan kalau lingkungan tidak baik, air banyak tergenang bisa demam berdarah timbul dan sebagainya karena itu [seharusnya pemimpin daerah] semuanya harus diperbaiki. Rumah sakit ujungnya,” katanya.

Jusuf Kalla mengakui bahwa meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit tidak hanya sebab lingkungan kota yang buruk.

Menurut Wapres meningkatnya pasien di rumah sakit juga disumbang kelainan genetika hingga tingginya konsumsi di masyarakat.

“Yang baik itu banyak rumah sakit, tapi tidak terlalu penuh,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, rumah sakit

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top