Menhub Minta Pembangunan Tol Cisumdawu Dipercepat

Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat progres pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 06 Juli 2019  |  16:03 WIB
Menhub Minta Pembangunan Tol Cisumdawu Dipercepat
Sejumlah truk melintasi proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat progres pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) guna mengoptimalkan aksesibilitas dari dan ke Bandara Kertajati.

"Pak Presiden konsen sekali tentang utilitas Bandara Kertajati, bahkan kemarin kami di Manado ada rapat kecil bersama Menteri PUPR, berkaitan dengan aksesibilitas. Menteri PUPR menyampaikan, Tol Cisumdawu dalam waktu satu tahun akan selesai," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam siaran pers, Sabtu (6/7/2019).

Tol Cisumdawu yang memiliki ruas sepanjang 61 kilometer ini akan dapat memangkas jarak Bandung - BIJB Kertajati hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam. Jarak tempuh tersebut dinilai cukup ideal atau sama seperti di bandara-bandara lain.

Selain koordinasi intensif dengan Kemen PUPR terkait Tol Cisumdawu, Budi juga akan menindaklanjuti masukan dari penumpang yang berada di Bandara Kertajati untuk menambah frekuensi keberangkatan Bus Damri.

"Pemerintah Pusat, Pemda, serta AP II akan bersama sama mengawal kegiatan ini agar penggunanya makin produktif," ungkapnya.

Sementara itu sampai dengan saat ini, jumlah penerbangan di BIKB Kertajati dianggap sudah bagus ditandai dengan slot penerbangan yang sudah mencapai 70% dan masih terus mengalami pertumbuhan. Kapasitas Bandara Kertajati yang dapat mencakup 200 kali take off - landing dalam sehari, akan membuat bandara semakin maju.

"Ini menunjukkan hal yang sangat positif. Saya dapat informasi tadi slotnya naik, sampai sekarang ini sudah naik 7% jadi cukup agresif kenaikannya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cisumdawu, Budi Karya Sumadi

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top