Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Kayu Bulat Terkoreksi Tipis

Produksi kayu bulat atau log pada periode Januari 2019 - Mei 2019 mengalami penurunan sekitar 2,86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  16:22 WIB
/Bisnis
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi kayu bulat atau log pada periode Januari 2019 - Mei 2019 mengalami penurunan sekitar 2,86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Purwadi Soeprihanto, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengatakan, produksi kayu bulat pada Januari-Mei 2018 mencapai 19,26 juta m3, sedangkan  produksi log pada 5 bulan pertama tahun ini sekitar 18,71 juta m3. Artinya terjadi penurunan produksi log sebesar 550.000 m3.

"Penurunan produksi ini karena perusahaan pemegang konsesi Hutan Tanaman Industri [HTI] masih dalam proses pemulihan gambut dan revisi dokumen perencanaan kerja usaha [RKU], hal ini dapat dilihat dari penurunan produksi kayu HTI sebesar 8,2%," kata Purwadi kepada Bisnis, Rabu (26/6).

APHI mencatat data produksi kayu log Hutan Tanaman Industri mengalami penurunan sebesar 8,2% dari 17,40 juta m3 (2018) menjadi 15,98 juta m3 (2019).

Adapun, produksi kayu log dari hutan alam pada periode Januari-Mei 2019 tercatat naik 31,9% yakni sebanyak 2,73 juta m3 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,85 juta m3.

"Untuk kayu hutan alam, [kenaikannya] didukung dari kayu-kayu stok tebangan tahun lalu, yang sebagian baru diangkut pada awal tahun ini," jelasnya.

Meski turun 8,2%, Purwadi optimistis kinerja produksi kayu log dari Hutan Tanaman Industri pada Semester II/2019 akan kembali menggeliat sejalan dengan terbitnya kebijakan Permen LHK Nomor 10/2019 yang memungkinkan pelaku industri berproduksi lagi di lahan gambut dengan sejumlah ketentuan.

Selain itu,  permintaan kayu HTI untuk industri Pulp diyakini terus meningkat hingga akhir tahun sehingga sisi hulu ikut bergairah.. "Kami memproyeksi kinerja produksi kayu hutan tanaman industri akan naik pada Semester II/2019," ujarnya.

Sementara itu, untuk produksi kayu bulat dari hutan alam, Purwadi memproyeksikan kinerjanya akan turun 10%-15% dibandingkan dengan total produksi tahun lalu. Hal itu dipengaruhi oleh faktor turunnya harga kayu hutan alam yang cukup tajam dibandingkan dengan tahun lalu. "Harganya turun sampai 20% dibandingkan dengan harga tahun lalu," katanya.

APHI mencatat rerata harga kayu log dari hutan alam (HA) saat ini berkisar Rp1,4 juta/m3—Rp1,5 juta/m3. Kemudian,  rerata harga kayu dari hutan tanaman industri (HTI) seperti Akasia, Eukaliptus, dan Jabon saat ini sekitar Rp600.000/m3—Rp700.000/m3.

Meskipun demikian, Purwadi masih optimistis kinerja produksi kayu log secara total sepanjang 2019 tetap akan naik 10% dibandingkan dengan realisasi produksi tahun lalu yang mencapai 43 juta m3, yang terdiri atas produk kayu alam sebanyak 5,9 juta m3 dan kayu tanaman industri sebanyak 37,1 juta m3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu bulat
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top