Didukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari, Keluarga di Bali Budi Daya Lele

KRPL di Provinsi Bali per tahun ini berjumlah 70 KRPL. Setiap KRPL beranggota 30 orang.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  13:22 WIB
Didukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari, Keluarga di Bali Budi Daya Lele
Pekerja memanen ikan lele hasil budidaya di Tegalrejo, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2019). - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus melakukan pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia. Adapun, program yang sudah digalakkan sejak tahun 2015 ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Gianyar Bali, Ni Wayan Wiranti menjelaskan melalui program KRPL, pihaknya melakukan budi daya ikan lele dipadukan dengan tanaman kangkung hidroponik. Dari 30 anggota anggota KRPL, setiap anggota memelihara 50 ekor lele per ember. 

"Hasilnya bisa dikonsumsi secara pribadi dan sebagian sisanya dijual," ujar Wiranti seperti dikutip dalam keterangan resmi, Senin (24/6/2019).

Dia mengklaim, dari hasil budi daya lele dan tanaman yang dilakukan anggota KWT tersebut, masing-masing kepala keluarga bisa menghemat pengeluaran antara Rp750.000—Rp 1 juta. Bahkan, menurutnya tidak sedikit yang meningkat kesejahteraannya dengan menjual produk yang dihasilkan.

Tidak hanya melakukan budi daya Lela dan kangkung, Wiranti mengatakan anggotanya juga beternak ayam sebanyak 240 ekor yang setiap anggota memelihara 8 ekor.

"Ternak ayam ini juga lumayan hasilnya. Saat ini sudah berkembang menjadi 350 ekor. Sudah tidak terhitung jumlah yang  dikonsumsi dan untuk keperluan upacara-upacara adat," ujarnya.

Kepala BKP Agung Hendriadi mengatakan KRPL tidak hanya strategis untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Dia menambahkan, keberlanjutan KRPL sangat penting oleh karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikembangkan dengan aneka tanaman. 

"Salah satu kunci agar KRPL bisa berkelanjutan adalah kebun bibit harus banyak tanamannya, sehingga tanaman anggota juga semakin banyak," ujar Agung.

"Selain itu juga harus ada motor penggeraknya, yang bisa memotivasi dan memberi semangat. Ini penting. Jangan berhenti menanam," lanjutnya.

Kepala Dinas Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Jarta dalam kesempatan yang sama menyampaikan KRPL di Provinsi Bali per tahun ini berjumlah 70 KRPL. Setiap KRPL beranggota 30 orang.

"Kami akan kembangkan terus KRPL ini, karena program ini sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga," ujar Wayan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup