Pemerintah Perlu Perhatikan Momentum Bila Ingin Rombak Rest Area

PT Nusantara Infrastructure Tbk. atau META menilai pemerintah harus memperhatikan momentum tertentu apabila ingin merombak rest area.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  18:38 WIB
Pemerintah Perlu Perhatikan Momentum Bila Ingin Rombak Rest Area
Ilustrasi - Foto udara kepadatan pemudik di rest area Candiareng KM 344 di Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (1/6/2019). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk. atau META menilai pemerintah harus memperhatikan momentum tertentu apabila ingin merombak rest area.

Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs META, mengatakan bahwa untuk merombak tempat istirahat yang berada di jalan tol harus memperhatikan saat terjadinya penumpukan.

"Tergantung ketersediaan lahan apabila ingin mengubah tata letak rest area. Namun demikian, yang perlu dipertimbangkan adalah momen terjadinya penumpukan biasanya terjadi hanya pada waktu-waktu tertentu, khususnya liburan lebaran," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Deden menambahkan, pada kasus liburan lain terjadi kepadatan tetapi tidak sampai terjadi penumpukan sehingga perlu diperhatikan lagi apakah efisien dilakukan perombakan.

Hingga saat ini, META memiliki tiga konsesi jalan tol  yaitu Pondok Ranji--Pondok Aren, Tallo--Bandara Hasanuddin, dan Pelabuhan Soekarno Hatta--Pettarani. Sepanjang 2018, ruas Pondok Ranji--Pondok Aren masih menjadi penyumbang pendapatan di sektor jalan tol, yakni sebesar Rp211,61 miliar.

Di samping tiga ruas dengan kepemilikan mayoritas, META juga telah menambah kepemilikan saham di PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) menjadi 35%. JLB merupakan pemegang konsesi ruas Kebon Jeruk--Penjaringan yang merupakan bagian dari jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ringroad.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, melihat dari arus mudik dan arus balik tahun ini, ke depannya pihaknya akan membangun tempat istirahat dengan dua kondisi.

“Orang kita ini kan malas, bukannya apa mungkin sudah capek jadi misalnya mau ke toilet, turun mobil maunya depannya toilet malas jalan,itu akan coba kita evaluasi misalnya parkirnya agak jauh seperti di supermarket itu,” ujarnya.

Selain itu, Basuki menambahkan ke depan pihaknya juga akan mengevaluasi letak tempat istirahat agar tidak persis di pinggir jalan tol agar tidak menghambat kendaraan yang melintas. Sebagai percontohan adalah tempat istirahat yang terletak di Ungaran.

Sebagai informasi, sepanjang mudik lebaran lalu Kementerian PUPR melengkapi infrastruktur jalan tol maupun jalan nasional dengan berbagai fasilitas untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2019. Salah satunya adalah rest area. Kementerian PUPR telah menyiapkan 85 rest area di sepanjang ruas Tol Trans--Jawa yang terletak setiap 20 kilometer. 

Sementara itu, untuk Tol Trans-Sumatra terdapat 15 rest area di Medan, 7 rest area di Bakauheni--Terbanggi Besar, dan 7 rest area Pematang Panggang--Kayu Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
trans sumatra, nusantara infrastructure, rest area

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top