KABAR GLOBAL 19 JUNI: Menilik Sektor Primadona China, Pound Tertekan Situasi Politik

Berita mengenai sektor konsumer China dan nilai tukar pound sterling menjadi sorotan media nasional, Rabu (19/6/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  08:57 WIB
KABAR GLOBAL 19 JUNI: Menilik Sektor Primadona China, Pound Tertekan Situasi Politik
Manufaktur China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai sektor konsumer China dan nilai tukar pound sterling menjadi sorotan media nasional, Rabu (19/6/2019).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Menilik Sektor Primadona China. Sejumlah spekulasi di pasar yang mengklaim bahwa perusahaan konsumer China akan terlindung dari kejatuhan ekonomi akibat perang dagang dengan Amerika Serikat telah menggiring penumpukan investor pada sektor konsumer. (Bisnis Indonesia)

Timteng Memanas Minyak Mendingin. Panasnya situasi di Timur Tengah belakangan ini, yang diperkirakan dapat menguatkan harga minyak, ternyata belum mampu berpengaruh banyak. Sebaliknya, harga minyak mentah global berangsur-angsur melemah. (Bisnis Indonesia)

Pound Tertekan Situasi Politik. Pound sterling bergerak mendekati level terendahnya dalam tahun ini di tengah meningkatnya kekhawatiran peluang Boris Johnson memenangkan pemilihan untuk menggantikan Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris. (Bisnis Indonesia)

Super Mario Angkat Pasar Saham Global. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi pada Selasa (18/6) membuat pasar saham dan juga obligasi global melonjak setelah ia mengindikasikan akan memangkas lagi suku bunga acuan di zona euro. (Investor Daily)

China Mengurangi Posisi di US Treasury. Kepemilikan China terhadap surat utang Amerika Serikat (AS) pada bulan April 2019 turun ke level terendah sejak Mei 2017. Data Departemen Keuangan AS menunjukkan, surat utang AS yang dipegang China turun dalam dua bulan berturut-turut menjadi US$1,11 triliun di April 2019. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, pound sterling

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top