Volume Lalu Lintas Minim, Ruas Tol Baru Butuh Interkoneksi Jaringan

Sejumlah ruas tol yang baru beroperasi belum mencetak volume lalu lintas atau trafik sesuai harapan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  20:52 WIB
Volume Lalu Lintas Minim, Ruas Tol Baru Butuh Interkoneksi Jaringan
Ilustrasi - Kendaraan melintas di jalan tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) seksi I yang telah beroperasi di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah ruas tol yang baru beroperasi belum mencetak volume lalu lintas atau trafik sesuai harapan. Interkoneksi dengan jaringan jalan tol lain dinilai menjadi kunci bagi peningkatan volume lalu lintas dalam jangka panjang.

Jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi, misalnya masih mencetak di bawah ekspektasi sejak beroperasi pada Desember 2018. Direktur Utama PT Trans Jabar Tol (TJT), Muhammad Sadali mengatakan volume lalu lintas di ruas Bocimi tercatat 16.500 kendaraan per hari.

"Secara umum memang masih belum sesuai dengan harapan. Trafik setelah bertarif turun 22% dibandingkan tanpa tarif," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/6/2019).

Untuk diketahui, tarif di jalan tol Bocimi mulai diberlakukan pada 1 Februari 2019. Tarif terjauh untuk golongan I dibanderol Rp12.000 sedangkan golongan II-III dan golongan IV-V masing-masing Rp18.000 dan Rp24.000

Saat ini, ruas Bocimi baru beroperasi di Seksi I sepanjang 15,34 kilometer yang menghubungkan Ciawi dengan Cigombong. TJT juga telah memulai konstruksi Seksi II (Cigombong-Cibadak) sejauh 11,9 kilometer dan diharapkan rampung pada 2020. Secara keseluruhan, ruas Bocimi membentang 54 kilometer yang terdiri dari empat seksi.

Sadali mengakui, trafik di ruas Bocimi mengalami kenaikan signifikan saat momen Hari Raya Idulfitri. Dia menyebut, trafik mengalami keaikan sebesar 40%, terutama pada masa setelah hari raya. Sebelum hari raya, kenaikan trafik amat kecil.

Di jalan tol Trans-Sumatra, tren trafik juga belum mencapai harapan kendati ada kenaikan dalam satu bulan terakhir. Di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, (Bakter) PT Hutama Karya (Persero) mencatat di awal Mei 2019 lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 11.000 kendaraan.

Kepala Cabang Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Hanung Hanindito mengatakan, trafik di jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar diakui cukup memenuhi harapan operator.

Dia menyebut sejak beroperasi pada Maret 2019, trafik jalan tol sudah memenuhi 70% dari proyeksi awal. "Per hari ini, secara tertimbang rata-rata lalu lintas mencapai 12.000 kendaraan," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/6/2019).

Dia menuturkan, lalu lintas di tol Bakauheni-Terbanggi besar sempat melonjak saat masa angkutan Lebaran 2019. Pada periode mudik 29 Mei 2019-5 Juni 2019, sebanyak 100.000 kendaraan melintas di jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar melalui gerbang tol Bakauheni Selatan.

Secara umum golongan kendaraan kecil atau golongan I yang mencakup kendaraan pribadi, bus, dan kendaraan barang kecil menyumbang 70% trafik di jalan tol Bakauheni-Terbanggi. Adapun sisanya diisi golongan kendaraan II hingga V atau kendaraan barang berukuran sedang hingga besar.

Dia menuturkan, saat diberlakukan tarif, trafik [mengalami penurunan setelah diberlakukan tarif sejak 17 Mei 2019 lalu]. Untuk diketahui, tarif tol terjauh dipatok Rp112.500 untuk golongan I. Adapun untuk golongan II-III dan golongan IV-V masing-masing dibanderol Rp168.500 dan Rp224.500 untuk golongan IV & golongan V.

Kendati trafik berkurang, penurunan disebut tidak terlalu signifikan karena interkoneksi dengan jalan tol lain diyakini bakal meningkatkan trafik. Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar bakal terhubung dengan ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang dan Pematang Panggang-Kayu Agung. Dua ruas sepanjang 189 kilometer itu dijadwalkan beroperasi pada Juli 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, Tol Bocimi, Bakauheni-Terbanggi

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top