SURVEI BI: Minat Investasi di Deposito Turun, Sektor Properti Melejit

Dari survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) Mei 2019, instrumen investasi yang banyak dipilih oleh konsumen adalah properti sebesar 24 persen, dan emas perhiasan 18,5 persen. Keduanya meningkat dibandingkan survei pada April 2019 yang masing-masing 22,3 persen dan 18,3 persen.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  15:17 WIB
SURVEI BI: Minat Investasi di Deposito Turun, Sektor Properti Melejit
Ilustrasi - Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada waktu senja. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Minat masyarakat untuk berinvestasi di sektor properti dan barang berharga berbentuk emas perhiasan meningkat.

Dari survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) Mei 2019, instrumen investasi yang banyak dipilih oleh konsumen adalah properti sebesar 24 persen, dan emas perhiasan 18,5 persen. Keduanya meningkat dibandingkan survei pada April 2019 yang masing-masing 22,3 persen dan 18,3 persen.

Persentase responden yang berencana membeli/membangun rumah dalam 12 bulan mendatang juga meningkat. Pada periode survei, sebanyak 7,5 persen responden menyatakan akan membeli atau membangun/merenovasi rumah, naik dibandingkan survei April 2019 yang hanya 6,9 persen.

"Sedangkan 28,8 persen menyatakan akan membeli atau membangun/renovasi rumah dalam 12 bulan mendatang, naik dari 27,9 persen pada bulan sebelumnya," tulis BI dalam laporan yang dikutip Bisnis, Rabu (12/6/2019).

Di sisi lain, minat masyarakat untuk menempatkan dananya di perbankan seperti tabungan atau deposito turun. Pada Mei 2019 sebanyak 43,8 persen responden menyatakan akan menempatkan kelebihan pendapatannya dalam kurun waktu 12 bulan dalam bentuk tabungan atau deposito, turun dibandingkan bulan sebelumnya yakni 44,9 persen.

Dari sisi pendapatan konsumen, terjadi kenaikan pada periode survei sehingga mendorong responden untuk meningkatkan konsumsi dan menambah cicilan utang. Ini trindikasi dari meningkatnya porsi pendapatan responden yang digunakan untuk konsumsi dari 68,5 persen menjadi 69,1 persen.

Adapun rata-rata rasio cicilan terhadap pendapatan dari 11,5 persen menjadi 11,6 persen pada Mei 2019. Sedangkan proporsi pendapatan konsumen yang disimpan menurun dari 20 persen menjadi 19,4 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, peningkatan porsi konsumsi terhadap pendapatan terjadi pada hampir seluruh kategori pengeluaran responden, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp21, juta-Rp3 juta per bulan.

"Sedangkan rata-rata rasio tabungan terhadap penghasilan juga menurun hampir pada seluruh kategori pengeluaran resonden terutama pada responden dengan pengeluaran Rp2,1 juta-Rp3 juta," lanjut BI.

Konsumen memperkirakan pengeluaran konsumsi pada 3 bulan mendatang cenderung menurun. Ini terindikasi dari indeks perkiraan konsumsi rumah tangga 3 bulan ke depan sebesar 163,7, lebih rendah 164,7 pada bulan sebelumnya.

Adapun pada 6 bulan mendatang, responden memperkirakan jumlah tabungan dan jumlah utang akan menurun. Ini tercermin dari indeks perkiraan jumlah tabungan yang turun dari 123,8 menjadi 119,7. Adapun indeks perkiraan jumlah utang turun dari 155,4 menjadi 155,3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emas, bank indonesia, properti, indeks harga konsumen, kepercayaan konsumen, indeks keyakinan konsumen

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top