Angkutan Logistik Kaltim Dibatasi untuk Mudik dan Arus Balik

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Balikpapan mengaku tidak bermasalah dan sepakat dengan aturan pembatasan angkutan barang selama libur Lebaran untuk memudahkan arus mudik.
Angkutan Logistik Kaltim Dibatasi untuk Mudik dan Arus Balik Gloria Fransisca Katharina Lawi | 07 Juni 2019 06:08 WIB

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Balikpapan mengaku tidak bermasalah dan sepakat dengan aturan pembatasan angkutan barang selama libur Lebaran untuk memudahkan arus mudik.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Balikpapan, Faisal Tola menyatakan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur Nomor 551.2/2914/0594/Dishub Kaltim, maka ada pengendalian angkutan barang dan alat berat. Tujuannya untuk melancarkan arus mudik dan balik penumpang di Bumi Etam.

Menurut Surat Edaran (SE) tersebut, bagi mobil dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram, angkutan alat berat, mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan, serta mobil barang mengangkut bahan galian, bahan tambang, dan bahan bangunan agar mengoperasikan kendaraan pada jam tertentu saja.

"Terhitung mulai 30 Mei 2019 sampai 10 Juni 2019 pada pukul 00.00 WITA sampai dengan 05.00 WITA yakni H-5 Lebaran sampai H+5 Lebaran," terang Faisal kepada Bisnis.com, Kamis (6/6/2019) sesuai SE Gubernur Kaltim.

Adapun ruas jalan yang dibatasi antara lain rute Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan-Samboja-Samarinda, rute Jalan Mulawarman dari Balikpapan-Simpang Samboja, rute Samarinda-Bontang, rute Balikpapan-Penajam Paser Utara-Paser, dan rute Loa Janan-Tenggarong.

SE Gubernur Kaltim ini juga menyatakan pembatasan operasional mobil barang tidak berlaku bagi Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Bahan Bakar Gas (BBG), angkutan ternak, hantaran pos dan uang, serta bahan pangan pokok.

Faisal menyebut aturan ini tidak merugikan pelaku usaha logistik, angkutan barang ataupun angkutan alat berat di Kaltim. Pasalnya geliat bisnis tetap bisa terjaga dan tidak mengganggu aktivitas mudik hingga arus balik.

"Kami sudah bicarakan dan kami atur. Semoga semua baik," papar Faisal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, Mudik Lebaran

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top