JELAJAH JAWA BALI 2019 : Libur Lebaran, Menhub Soroti Kelaikan Kendaraan Hingga Kondisi Cuaca

Kelaikan kendaran hingga kondisi cuaca menjadi sorotan lantaran pada masa libur Lebaran ini permintaan akan penggunaan transportasi meningkat.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  12:11 WIB
JELAJAH JAWA BALI 2019 : Libur Lebaran, Menhub Soroti Kelaikan Kendaraan Hingga Kondisi Cuaca
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berbincang dengan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto (kedua kanan) saat meninjau Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, DENPASAR—Kelaikan kendaran hingga kondisi cuaca menjadi sorotan lantaran pada masa libur Lebaran ini permintaan akan penggunaan transportasi meningkat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pelaku usaha jasa transportasi darat, laut, udara harus memperketat aspek keselamatan. Pengawasan keselamatan yang dilakukan meliputi ramp check secara berkala, memeriksa kelengkapan dokumen sarana transportasi dan para awak transportasi, memastikan manifest tercatat, memastikan jumlah manifest tidak melebih kapasitas yang ditentukan, memastikan tersediannya alat-alat keselamatan pada sarana transportasi seperti pelampung, kapal sekoci, dan sebagainya.

Di sisi darat, Menhub telah meminta Ditjen Perhubungan Darat bersama Dinas-Dinas Perhubungan di daerah untuk mengawasi kelaikan bus pariwisata. Terlebih, pada masa libur Lebaran ini banyak masyarakat yang menggunakan bus tersebut untuk mengunjungi daerah-daerah wisata.

Sementara di sektor laut, Menhub telah meminta para jajaranya di Kantor Otoritas Pelabuhan untuk terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca. Hal tersebut seiring dengan adanya beberapa kecelakaan pada transportasi laut, misalnya kecelakaan kapal kargo KM Lintas Timur di perairan Banggai Laut, Sulawesi Tengah dan kapal kayu pengangkut logistik yang hilang kontak perairan Biak Numfor, Papua.

“Segera mengeluarkan maklumat pelayaran dan menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar agar tidak ada kapal-kapal yang berlayar selama kondisi cuaca tidak kondusif,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, Kamis (6/6/2019).

Di sisi udara, ramp check kelaikan pesawat dan pemeriksaaan kesehatan kepada para pilot dan awak pesawat terus dilakukan. Sementara di sektor perkeretaapian, Menhub telah meminta petuas dari Ditjen Perkeretaapian bersama PT KAI untuk mengawasi daerah-daerah rawan bencana seperti longsor, banjir dan sebagainya.

“Untuk memastikan keselamatan para penumpang khususnya di masa libur Lebaran ini, saya telah meminta para petugas di lapangan khususnya para Kepala Otoritas dan jajarannya beserta stakeholder terkait untuk tetap waspada dan tanpa kompromi mengawasi pelayanan jasa transportasi," katanya.

 

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top