Asosiasi Tuntut Pemerintah Lindungi Petani Tembakau

Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Agus Parmuji meminta pemerintah untuk melindungi petani tembakau.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  12:37 WIB
Asosiasi Tuntut Pemerintah Lindungi Petani Tembakau
Buruh mengangkat daun tembakau kering untuk disortir di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Praya, Lombok Tengah,NTB, Kamis (7/9). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Agus Parmuji meminta pemerintah untuk melindungi petani tembakau.

Dia menyebutkan profesi petani tembakau tak sekadar profesi yang dengan enteng dialihkan ke sektor lainnya. Menurutnya pemahaman umum profesi sebagai status sosial tidak bisa disematkan kepada para petani tembakau.

Pasalnya, profesi yang melekat kepada mereka sudah mendarah daging alias menjadi budaya yang tidak dapat dipisahkan dengan alam yang menjadi sumber penghidupannya.

"Petani tembakau merupakan budaya turun-temurun atau warisan yang sudah dibudayakan secara benar berdasarkan musim, karakteristik daerah,” kata Agus yang dikutip Bisnis, Senin (3/6/2019).

Agus menuturkan, di daerah sentra tembakau pada bulan-bulan tertentu hanya bisa di tananami tembakau dengan dasar musim, tanah, dan topografi daerah.

Para petani mereka masih mempertahankan tembakau karena selain lokalistik topografi hanya tembakau yang bisa ditanam karena mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, gerakan anti tembakau yang didorong oleh rezim kesehatan dunia berkepentingan untuk mematikan keberlangsungan sektor pertembakauan Indonesia.

Mereka mendorong pemerintah untuk membuat berbagai kebijakan yang bermuara mematikan sektor industri hasil tembakau (IHT). Diantaranya, pengenaan cukai tinggi, Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan masih banyak lagi.

"Pemerintah harus berfikir seimbang dan rasional dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan sektor IHT. Dengan dalih apapun mohon pertanian tembakau untuk dilestarikan jangan didorong untuk dihilangkan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tembakau, industri rokok

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top