Keselamatan Berkendara saat Mudik, Menhub Tekankan Tiga Hal Ini

Keselamatan berkendara kerap terabaikan oleh pemudik karena ingin cepat sampai ke kampung halaman. Padahal keselamatan merupakan prioritas utama saat mudik.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  21:26 WIB
Keselamatan Berkendara saat Mudik, Menhub Tekankan Tiga Hal Ini
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, SEMARANG - Keselamatan berkendara kerap terabaikan oleh pemudik karena ingin cepat sampai ke kampung halaman. Padahal keselamatan merupakan prioritas utama saat mudik.

Hal tersebutdisampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar pemudik memberikan perhatian khusus pada keselamatan dan mengoptimalkan rest area jelang Hari Raya Lebaran 1440 H/2019.

“Beberapa hari ini memang rest area belum bisa kita kendalikan secara penuh, nah oleh karenanya management rest area melakukan kombinasi dan mengajurkan kepada mereka [pemudik] untuk mampir ke kota-kota yang ada di sepanjang Utara, seyogyanya itu cara yang baik,” ujar Menhub, Jumat (31/5/2019).

Ada tiga poin yang ditekankan Menhub Budi terkait keselamatan. Pertama, batas minimum dan maksimal kecepatan berkendara. Menurut Menhub jalan tol yang bagus dapat mempengaruhi pengendara untuk melaju lebih dari batas maksimal yaitu 100 km/jam.

“Sekali lagi saya tidak hentinya menyampaikan hal yang berkaitan dengan keselamatan. Kita tahu bahwa dengan jalan tol yang sedemikan mulus, bagus, kecenderungan tentu memacu kecepatan di atas 100 km/jam nah oleh karenanya saya meminta kepada teman-teman di fungsi operasional untuk memberikan pengawasan apa yang terjadi,” ungkap Menhub.

Kedua, imbauan kepada pemudik yang menggunakan motor untuk menunda atau tidak melakukan hal tersebut.

“Kedua, tentang masih masifnya mudik motor yang terjadi di mana ada di jalur-jalur Pantura kita memang sudah menyampaikan untuk menghindari atau menunda menggunakan motor tapi masih tetap ada, nah oleh karenanya kita seyogyanya memberikan suatu pelayanan yang baik, memberikan tempat istirahat, membatasi kecepatan dan hal-hal bagaimana menghindari kecelakaan karena jumlah yang begitu masif,” ucap Menhub.

Ketiga, terkait ramp check. Menhub mengimbau kepada seluruh stakeholder terkait untuk jangan lupa melakukan ramp check. Selain itu Menhub meminta dilakukan pengawasan tempat-tempat rekreasi (wisata).

“Sekali lagi saya sampaikan berkali-kali tentang ramp check, saya sampaikan semua Kapolda Jabar, Jateng, Jatim, Banten dan Lampung selanjutnya nanti pada saat liburan Lebaran di mana mereka akan berekreasi, kami minta tolong lakukan pengawasan dan ini sangat penting bagi Kapolres dan Dishub," urai Menhub.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup