Bus Tol Trans-Jawa Bisa Pacu Trayek Baru & Halte Dekat Exit Tol

Kementerian Perhubungan akan menambah trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) Tol Trans-Jawa tidak hanya melayani Jakarta--Surabaya.
Bus Tol Trans-Jawa Bisa Pacu Trayek Baru & Halte Dekat Exit Tol Rinaldi Mohammad Azka | 27 Mei 2019 20:12 WIB
Bus Tol Trans-Jawa Bisa Pacu Trayek Baru & Halte Dekat Exit Tol
Ilustrasi - Lalu lintas di Exit Tol Ciawi - Bisnis.com/Miftahul Khoer

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan menambah trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) Tol Trans-Jawa tidak hanya melayani Jakarta--Surabaya. Selain itu, guna menjaga waktu tempuh, rencananya juga dibangun halte atau shelter di dekat pintu tol untuk menurunkan penumpang.


Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani berharap dengan peluncuran bus AKAP tol Trans-Jawa dapat menjadi momen kebangkitan angkutan jalan.


"Ke depan, kami akan menambah trayek-trayek baru yang memungkinkan untuk dilaksanakan seperti yang pertama ini, trayek Jakarta--Surabaya," katanya kepada Bisnis di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Senin (27/5/2019).


Dia mencontohkan, pihaknya akan menambah trayek Jakarta--Probolinggo serta Jakarta--Malang yang juga melewati tol tanpa keluar sama sekali. Dia meyakini trayek Jakarta-- Malang sebagai trayek potensial.

Dia juga membuka kemungkinan ada trayek-trayek yang lebih pendek. "Harapannya mobilitas masyarakat makin tinggi ujungnya ekonomi masyarakat akan bergulir dengan cepat," tambahnya.


Dia menerangkan, beberapa trayek lain sudah menggunakan tol Trans-Jawa secara penuh, seperti trayek yang menuju Wonogiri dan Semarang,. Trayek-trayek itu dapat dipastikan tidak keluar tol sama sekali hingga sampai ke kota tujuan.


Ahmad Yani menjelaskan, pihaknya membuka penambahan perusahaan otobus (PO) operator bus Tol Trans-Jawa ini begitu dengan jumlah armadanya.

"Pasti lihat pasar, kalau 36 armada ini load factor-nya sudah di atas 70% kendaraannya bisa ditambah kalau kurang dari itu sayang, nanti ada perusahaan yang secara operasional tidak bisa menutupi," ungkapnya.


Dia mengakui ada 12 PO yang sebelumnya tertarik menjajal proyek pemerintah ini, tetapi yang siap sebelum Lebaran baru 8 PO, sehingga dia tidak menutup kemungkinan adanya PO baru yang tertarik dengan trayek baru ini.


Terkait dengan rotasi bus, dia menuturkan bahwa semua dikembalikan ke PO masing-masing akan merotasi busnya seperti apa. Namun idealnya, dari 36 armada ini dibagi atas 18 bus berangkat dari Jakarta dan 18 bus berangkat dari Surabaya.


Bus AKAP Tol Trans-Jawa ini diberi stiker khusus dengan logo Bus Trans-Jawa, Jakarta--Surabaya.


Dia menuturkan, menyiasati tidak dapat digunakannya rest area sebagai terminal karena kendala aturan Kementerian PUPR, pihaknya tengah merancang shelter atau halte di luar terminal dekat dengan pintu keluar tol di kota-kota transit.


"Kita bangunkan shelter lalu diangkut dengan feeder moda lain. [Titik pembangunannya] kita evaluasi dulu penumpang paling besar di mana turunnya, shelter-nya bagus menarik dengan merchant yang bagus," terangnya.


Dia menuturkan, ongkos pembangunannya masih belum dihitung, kemungkinan anggarannya akan menggunakan dana revitalisasi terminal pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bus akap, Kemenhub

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top