Jepang, India, Sri Lanka Kembangkan Pelabuhan Kolombo

India, Jepang, dan Sri Lanka sedang mempertimbangkan pengembangan terminal di pelabuhan Kolombo di tengah kontroversi politik yang sedang berlangsung terkait dengan investasi dari inisiatif Belt and Road China.
Nirmala Aninda | 22 Mei 2019 17:09 WIB
Warga berteduh saat hujan di Kolombo, Sri Lanka, Jumat (01/12). - Reuters/Dinuka Liyanawatte

Bisnis.com, JAKARTA - India, Jepang, dan Sri Lanka sedang mempertimbangkan pengembangan terminal di pelabuhan Kolombo di tengah kontroversi politik yang sedang berlangsung terkait dengan investasi dari inisiatif Belt and Road China.

Menurut seorang pejabat pemerintah India yang meminta untuk tidak diidentifikasi, ketiga negara akan menandatangani nota kesepahaman dalam beberapa bulan mendatang untuk membangun terminal peti kemas di bagian timur Pelabuhan Kolombo.

"India dan Jepang akan mencari investasi sektor swasta dan operator terminal setelah perjanjian kerangka kerja ditandatangani, dengan India kemungkinan memberikan kredit ringan," kata pejabat India itu, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (22/5/2019).

Sumber tersebut menambahkan, Sri Lanka akan mengendalikan 51 persen dari bagian proyek, sementara India dan Jepang bersama-sama mengendalikan 49 persen sisanya.

Berbeda dengan pelabuhan Hambantota milik China di selatan Sri Lanka yang banyak dikritik, proyek pelabuhan Kolombo adalah usaha yang menarik secara komersial, meskipun sejumlah pihak menyatakan rencana ini tidak boleh dipandang sebagai penanding BRI China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Natsuko Sakata menyampaikan, Jepang mendukung pembangunan Pelabuhan Kolombo sejak 1980-an sebagai pengakuan akan pentingnya Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

"Belum ada yang diputuskan pada saat ini dalam kebijakan baru terkait keterlibatan kami mengenai Pelabuhan Kolombo," katanya.

Pada saat yang sama, Jepang juga telah mendorong wacana untuk menjadi pemain yang lebih besar di kawasan ini di bawah "Strategi Indo-Pasifik Bebas dan Terbuka".

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Menteri Pelabuhan, Ekspedisi, dan Pengembagan Sri Lanka Sagala Ratnayaka dan ketua Otoritas Pelabuhan.

Namun Ratnayaka mengatakan kepada parlemen dua bulan lalu bahwa Otoritas Pelabuhan sedang dalam proses pembelian crane dari Jepang untuk terminal timur pelabuhan Colombo.

"Negara berusaha untuk menarik lebih banyak jalur pelayaran, terutama jalur pelayaran yang mengoperasikan kapal terbesar di industri," ujar Ratnayaka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top