Tol Lisrik Sumatra Tahap I Beroperasi Semester I/2019

PT PLN (Persero) menarget tol listrik Sumatra tahap I yang berupa Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) akan beroperasi pada Semester I/2019.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  13:18 WIB
Tol Lisrik Sumatra Tahap I Beroperasi Semester I/2019
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) menargetkan tol listrik Sumatra tahap I yang berupa Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) akan beroperasi pada Semester I/2019.

Infrastruktur ketenagalistrikan ini dinilai akan menjadi back bone penyaluran energi listrik dari Sistem Sumatra Bagian Selatan menuju Sumatra Bagian Utara atau sebaliknya. Pembangunan infrastruktur ini dibagi dalam dua tahap. Pertama, jalur Lahat- Sarulla-Pangkalan Susu dengan panjang 3.765 kms yang akan operasi pada semester 1 2019. Kedua, jalur Lahat -Lampung & Pangkalan Susu - Sigli-Ulèe Kareng direncanakan beroperasi akhir 2022.

Adapun hingga pertengahan Mei 2019, PLN tinggal menyelesaikan 7 tower, pembersihan jalur transmisi (ROW) 10 tower dan menarik kawat penghantar 275 kV sekitar 100 tower yang semua itu berada di antara jalur Sarulla- Simangkuk yang semua itu ditargetkan selesai akhir Juni 2019. Nantinya jika jalur Sarulla – Simangkuk selesai maka Transmisi 275 kV Lahat-Binjai/ Pangkalan Susu akan terhubung.

Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan awal proses pengerjaan telah dimulai dari tahun 2000. Pada tahun 2014, percepatan pembangunan pun dilakukan. Setelah 19 tahun lamanya, tahap satu sepanjang 3.765 kms akan segera terwujud dan dioperasikan pada semester I tahun 2019.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan listrik yang setiap tahun tumbuh rata-rata 6%-7%. Apalagi, desa berlistrik terus diupayakan agar dapat menjangkau seluruh kabupaten yang belum dibangun Gardu Induk 150 kV. Infrastuktur kelistrikan yang memadai tentunya akan meningkatkan keandalan maupun daya pasok listrik baik di perkotaan maupun pedesaan agar terjadinya pertumbuhan ekonomi.

"Tol Listrik Sumatera nantikan akan mampu mengalirkan energi listrik dalam kapasitas yang sangat besar hingga mencapai 2.000 MW dari Sumatera Selatan ke Sumatera Utara mengingat potensi pembangkit di Sumsel lebih besar karena pembangkit listrik tenaga uap (PLTU Batubara) mulut tambang dapat dibangun di daerah tersebut," katanya, seperti dikutip dalam rilis, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, kondisi geografis cukup menyulitkan pembangunan tol listrik Sumatera. PLN melakukan melakukan pembangunan mulai dari proses perijinan, survey lokasi tapak tower, sampling uji tanah, penyusunan desain drawing hingga pembebasan lahan tapak tower di sepanjang jalur transmisi dari Lampung hingga Aceh. Kondisi geografis yang beraneka ragam mulai tanah datar, perkebunan, pertanian, kawasan hutan, perbukitan, lembah cukup menyuliitkan dalam pengerjaan pembangunan pondasi tapak tower, perakitan tower hingga pembebasan jalur kawat transmisi dan penarikan transmisi SUTET 275 kV.

"Kendala utama yang dihadapi dilapangan selain pembebasan lahan tapak tower juga terkendala membawa material baik untuk pembangunan pondasi maupun untuk pemasangan tower karena akses untuk mencapai lokasi masih banyak dilalui dengan jalan kaki selain itu juga cuaca yang sering turun hujan terutama di daerah yang curah hujannya tinggi seperti jalur Sarulla-Simangkuk sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama," katanya.

Dia meyakini tol listrik di Sumatera akan menambah kehandalan penyaluran energi listrik, mampu menurunkan Biaya Pokok Produksi karens susut jaringan relatif akan turun, index gangguan jaringan diharapkan juga menurun, dan mengoptimalkan potensi energj listrik yang ada di sekitar mulut tambang. Hal ini akan mendukung pertumbuhan industri di Sumatera karena bisa menarik investor berinvestasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top