MUDIK LEBARAN : BPTJ Topang One Way Tol dengan Cara Ini

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan mengelola pergerakan arus lalu lintas di beberapa simpang jalan nasional Jabodetabek melalui ATCS teritegrasi
Rinaldi Mohammad Azka | 20 Mei 2019 18:17 WIB
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat memberikan keterangan pers seusai diskusi panel menyoal masa depan sistem pengelolaan transportasi Jabodetabek, Kamis (2/5/2019). Dia mengungkapkan perlunya peran swasta dalam menjalankan rencana aksi 2020-2024, total investasi swasta yang dibutuhkan mencapai Rp247,5 triliun atau sebesar 75,12% dari total investasi Rp329,5 triliun. - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan mengelola pergerakan arus lalu lintas di beberapa simpang jalan nasional Jabodetabek melalui ATCS teritegrasi guna menopang rencana one way mudik dan balik Lebaran 2019.

Hal ini dilakukan guna mendukung kebijakan satu arah atau one way di jalan tol Japek--Brebes, rencananya akan diimplementasikan mengatasi kepadatan yang terjadi saat arus mudik, demikian pula untuk arus balik (Palimanan--Japek).


Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, melalui pemanfaatan ATCS atau Sistem Kendali Lalu Lintas Kendaraan ini, arus lalu lintas pada suatu persimpangan dapat dimodifikasi siklus lalu lintasnya untuk mengurangi jumlah tundaan yang terjadi pada persimpangan tersebut.


Sebagai salah satu daerah bangkitan pergerakan masyarakat pada saat mudik, dan tujuan sebagian besar masyarakat pada arus balik nanti, diperlukan upaya untuk dapat mengelola pergerakan masyarakat.


Pemanfaatan ATCS (area traffic control system) menjadi salah satu alternatif yang akan digunakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam mengelola pergerakan kendaraan, baik yang akan menuju pintu-pintu tol, maupun yang memilih memanfaatkan jalan-jalan nasional di Jabodetabek dalam perjalanan mudik maupun balik Lebaran.


"Persiapan Jabodetabek, kita sudah identifikasi ruas-ruas favorit, kami akan kendalikan langsung traffic light [lampu lalu lintas] dari sistem kami, tentu seizin dari Dishub Kab Kota, kalau kemacetan di traffic light bisa diatasi, 60% kemacetan bisa teratasi," katanya dalam agenda Press Backgound, di Jakarta, Senin (20/5/2019).


Dia menyampaikan, setidaknya terdapat 54 lokasi titik simpang di jalan nasional yang telah dilengkapi dengan Sistem Kendali Lalu Lintas kendaraan ini. Selain itu, sistem ATCS BPJ juga terintegrasi dengan Control Room Dishub Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor dan CCRoom Dishub Kabupaten Bogor.


"Melalui ATCS akan kita atur supaya tidak terjadi hambatan pada saat arus kendaraan para pemudik melintas di jalan nasional di Jabodetabek. Akan kita pantau terus nanti melalui control room, sehingga ketika terjadi antrean panjang, kita bisa ubah siklusnya supaya sirkulasi kendaraan di persimpangan yang mengalami antrian panjang dapat terurai," jelas Bambang.


Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa melalui pemanfaatan ATCS ini diharapkan nantinya tidak hanya dapat mengatur arus kendaraan di jalan nasional. Namun, juga dapat mengelola arus kendaraan yang hendak menuju pintu-pintu tol melalui ATCS yang terdapat di simpang-simpang jalan nasional terdekat.


Bambang memperkirakan jika mengacu pada beberapa pengalaman pelaksanaan angkutan lebaran, kepadatan arus kendaraan juga akan terjadi pada titik-titik masuk wilayah Jabodetabek.


“Pengaturan tetap memperhatikan kendaraan-kendaraan dari timur yang akan masuk Jabodetabek pada saat mudik lebaran begitu pula nanti pada saat arus balik,” ungkap Bambang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran, BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, satu arah, one way

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top