BI Revisi Proyeksi CAD

Bank sentral mengubah proyeksi sasaran pengendalian defisit transaksi berjalan dari semula 2,5 persen terhadap PDB menjadi 2,5 persen-3 persen terhadap PDB seiring dengan menguatnya tekanan di sisi ekspor.
Hadijah Alaydrus | 16 Mei 2019 16:23 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral mengubah proyeksi sasaran pengendalian defisit transaksi berjalan dari semula 2,5 persen terhadap PDB menjadi 2,5 persen-3 persen terhadap PDB seiring dengan menguatnya tekanan di sisi ekspor.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan, dampak penurunan global serta perang dagang merembet hingga ke kanal perdagangan dan keuangan bagi seluruh negara di dunia.

"Sumber ekspor semakin sulit untuk dijadikan andalan. Itulah kenapa BI merevisi defisit transaksi berjalan," tegas Perry, Kamis (16/05/2019).

Meskipun BI dan pemerintah sudah melakukan kebijakan untuk mengendalikan defisit tersebut, pencapaian penurunan defisit ke arah 2,5 persen terhadap PDB sulit direalisasikan di tengah kondisi global seperti saat ini.

Perry menegaskan, pihaknya masih optimistis defisit transaksi berjalan akan menurun selepas kuartal II/2019. Kendati demikian, perkiraan BI akan lebih realistis di kisaran 2,5 persen-3 persen terhadap PDB.

"Jika tidak ada kualitatifnya, BI cenderung ke titik tengah [2,7 persen]," kata Perry.

Revisi ini, lanjut Perry, tidak akan mengurangi usaha BI untuk semakin kuat mengendalikan defisit transaksi berjalan bersama pemerintah. Langkah-langkah yang selama ini sudah dilakukan akan diperkuat.

Pertama, BI dan pemerintah akan mendorong ekspor otomotif, mesin serta peralatan dan tekstil serta produk tekstil. Pasalnya, ketiga komoditas ini masih sangat kompetitif untuk pasar ekspor.

Caranya melalui pemotongan izin, penyederhanaan prosedur dan insentif lainnya. Kedua, BI dan pemerintah akan berupaya untuk mendorong investasi swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki defisit transaksi berjalan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, pdb, defisit transaksi berjalan, cadangan devisa

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup