KABAR PASAR 16 MEI: Solusi Tekan Defisit Dicari, Suku Bunga Acuan Masih Akomodatif

Berita terkait defisit neraca perdagangan dan proyeksi kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (16/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  08:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait defisit neraca perdagangan dan proyeksi kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (16/5/2019).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Dicari, Solusi Tekan Defisit! Problem defisit neraca dagang memerlukan solusi komprehensif dan cepat di tengah fluktuasi kondisi perekonomian global saat ini. Selain pengendalian impor secara selektif sebagai langkah temporer, dibutuhkan terobosan untuk memacu ekspor. (Bisnis Indonesia)

Rencana IPO Masih Jalan Terus. Para calon emiten belum berencana menunda initial public offering (IPO), walaupun pasar saham domestik sedang tertekan akibat sentimen negatif perang dagang antara Amerika Serikat dan China. (Bisnis Indonesia)

Penumpang Bus & Kapal Melonjak. Moda transportasi darat dan laut menjadi pilihan dalam mudik Lebaran 2019, seiring dengan tingginya harga tiket pesawat. Peningkatan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) diprediksi 30%—40%. (Bisnis Indonesia)

Suku Bunga Acuan Masih Akomodatif. Level suku bunga acuan Bank Indonesia dinilai masih akomodatif di tengah tekanan eksternal yang menguat sehingga belum diperlukan penyesuaian. Mulai kemarin, Bank Indonesia telah menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). (Bisnis Indonesia)

Bankir Putar Otak Menambah Permodalan. Tahun ini para bankir harus bekerja lebih keras. Rasio pencadangan perbankan alias coverage ratio diprediksi bakal meningkat di akhir tahun 2019 dan memasuki awal 2020. (Kontan)

Koreksi IHSG Dalam, Momen Buru Saham Unggulan. Indeks harga saham gabungan terkoreksi dalam sebesar 3,68% dalam tiga hari perdagangan ke 5.980,89, Rabu (15/5), akibat eskalasi perang dagang AS-RRT dan dampaknya yang memicu neraca perdagangan Indonesia defisit US$2,56 miliar hingga April 2019. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan, Suku Bunga

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top