TBA Turun, Citilink Genjot Pendapatan Tambahan

Citilink Indonesia, maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) memilih untuk meningkatkan pendapatan tambahan guna mengompensasi dampak penurunan tarif batas atas.
Rio Sandy Pradana | 15 Mei 2019 04:08 WIB
Penumpang berjalan di dekat pesawat Citilink Indonesia di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (4/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Citilink Indonesia, maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) memilih untuk meningkatkan pendapatan tambahan guna mengompensasi dampak penurunan tarif batas atas.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengaku belum mengetahui imbauan pemerintah bagi maskapai kategori layanan minimum (no frills) untuk menurunkan tarifnya hingga 50% dari TBA. Sebelumnya, TBA maskapai no frills ditetapkan sebesar 85% dari TBA maskapai layanan penuh (full-service airline/FSA).

"Saat ini penurunan TBA rute domestik hingga 15% saja sudah berat bagi LCC. Kami harus mencari revenue stream selain dari penumpang," kata Juliandra kepada Bisnis, Selasa (14/5/2019).

Sementara itu, Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto menyebut layanan konektivitas nirkabel (wifi) dalam penerbangan yang dihadirkan dengan bekerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi bisa menjadi salah satu daya tarik bagi penumpang.

"Penyediaan wifi adalah salah satu strategi kami untuk memberikan daya tarik lebih, sehingga penumpang tetap mau terbang dengan Citilink," kata Benny beberapa waktu lalu.

Layanan wifi tersebut, lanjutnya, tidak akan menambah beban biaya kepada penumpang. Di sisi lain, akan ada penambahan fitur-fitur hiburan lain untuk menciptakan kenyamanan kepada penumpang.

Pihaknya menjelaskan seiring dengan penambahan layanan yang bersifat pilihan tersebut, akan dikenakan biaya tambahan kepada penumpang. Layanan hiburan salah satunya adalah berupa tayangan film.

Penumpang, lanjutnya, bisa mengunduh pilihan film yang ditawarkan dengan membayar biaya tertentu. Namun, untuk layanan dasar seperti browsing maupun menggunakan media sosial tidak akan dikenakan biaya atau tetap gratis.

Menurutnya, biaya tambahan tersebut bisa menjadi pendapatan tambahan maskapai.

Selain itu, Citilink juga secara periodik memperkenalkan menu kuliner baru yang bisa dibeli dan dinikmati oleh penumpang. Sajian kuliner, makanan, beserta suvenir yang dijual di dalam pesawat masuk dalam kategori pendapatan sales on board.

Adapun, pendapat tambahan lain yang bisa diandalkan adalah kargo udara

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
citilink, tiket pesawat

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup