Parung Panjang Makin Diburu Pengembang

Selain dilalui kereta, jalan tol juga akan mulai dibangun pemerintah melewati Parung Panjang dengan jalur dari Serpong ke Balaraja.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  16:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat kini makin berkembang. Pengembang properti mulai mengincar wilayah tersebut untuk pengembangan rumah harga terjangkau dengan pasar utama para milenial.

Presiden Direktur Samanea Hill Haryanto Tiono menyebutkan bahwa Parung Panjang kini makin diminati oleh pengembang karena akses ke sana mulai berkembang dan membaik.

“Ke Parung Panjang itu yang paling mudah sekarang ada KRL, stasiunnya kan besar dan ada trayek langsung ke Tanah Abang. Ada juga back up dari Barat yang juga melalui stasiun Parung Panjang, sehingga interval kedatangan keretanya sudah cenderung cepat,” ungkapnya saat ditemui Bisnis di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Selain itu, dengan semakin bertumbuhnya populasi di wilayah Barat, PT Kereta Api Indonesia juga diyakini akan menambah jalur rel menjadi double track, sehingga kedatangan kereta bisa lebih cepat lagi. Kemudahan transportasi saat ini menjadi salah satu pertimbangan utama pembeli, terutama kalangan milenial yang menjadi pembeli mayoritas properti residensial saat ini.

Selain kereta, jalan tol juga akan mulai dibangun pemerintah dengan jalur dari Serpong ke Balaraja. Hal itu, kata Haryanto, akan membuat proyeknya, Samanea Hill, di Parung Panjang akan mendapat akses ke arah Selatan menuju ke Jagorawi.

“Kalau tol itu sudah terbangun, jaraknya bisa hanya 500 meter - 1 kilometer dari proyek kami. Tapi konsep kita juga mendukung program pemerintah, jadi kami akan mengarahkan untuk pakai kendaraan umum. Di dalam kawasan pun semua bisa terjangkau dengan jalan kaki, tidak kemana mana pakai kendaraan, motor,” jelasnya.

Samanea Hill akan menjadi proyek properti terbaru besutan pengembang Farpoint yang berupa rumah tapak, setelah sebelumnya berupa properti high rise. Haryanto menyebut, lahan di Parung Panjang masih banyak sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi hunian tapak.

“Kebutuhan rumah kan masih tinggi, apalagi milenial kebanyakan masih inginnya punya rumah tapak. Jadi kami hadir di Parung Panjang juga untuk menjawab kebutuhan tersebut,” imbuhnya.

Selain Samanea Hill, berdasarkan catatan Bisnis ada pengembang lainnya yang juga sudah mulai melakukan pembangunan, yaitu Perum Perumnas.

Perum Perumnas tengah mengembangkan hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kerjasama penyediaan perumahan bagi karyawan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo, kebutuhan perumahan karyawan terbilang cukup tinggi pada segmen itu, sehingga Perumnas berupaya untuk menyelaraskan kebutuhan tersebut dengan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan karyawan dan juga lokasi yang mudah untuk ditempuh dengan transportasi publik.

Bambang menjelaskan ada sekitar 212 hektare di area Perumnas Parung Panjang yang sudah dan tengah dikembangkan yang dibagi menjadi 4 sektor dengan total hunian sekitar 10,800 unit sudah terbangun.

Saat ini, Perumnas tengah mengembangkan sektor 5, total sekitar 8,600 unit hunian akan terbangun, dengan komposisi adalah subsidi dan non subsidi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top