Pemerintah Berharap Kontribusi dari 11 Proyek Hulu Migas 2019

Proyek-proyek tersebut direncanakan beroperasi pada kuartal II/2019 hingga kuartal IV/2019.
David Eka Issetiabudi | 12 Mei 2019 13:20 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berharap banyak proyek-proyek utama hulu migas yang akan beroperasi (onstream) tahun ini dapat membantu kinerja produksi nasional.

Setidaknya ada 1 proyek yang direncanakan beroperasi pada kuartal II/2019, 2 proyek pada kuartal III/2019, dan 8 proyek pada kuartal IV/2019. Dengan beroperasinya seluruh proyek yang ada, setidaknya akan ada tambahan produksi sebesar 2 juta barrel oil equivalent per day (boepd).

"Sebelas proyek ini berpotensi menambah produksi migas sebesar 13.587 bopd dan 1.172 Million Standard Cubic Feet per Day (MMscfd)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi di Jakarta, seperti dikutip Bisnis, Minggu (12/5/2019).

Sebelumnya, Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kangean Energy dengan estimasi produksi 120 MMscfd telah berproduksi pada Maret 2019. Adapun proyek yang akan beroperasi pada Mei 2019 adalah Seng Segat milik EMP Bentu Ltd. dengan estimasi produksi 60 MMScfd.

Saat ini, lingkup kerja utama proyek tersebut adalah pembangunan fasilitas produksi gas – block station, Trunkline, dan Gas Compressor dengan kesiapan 97,08 persen.

Selain itu, proyek yang beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini adalah Ario-Damar-Sriwijaya Phase-2 milik PT Tropik Enegi Pandan dengan estimasi produksi 20 MMScf. Proyek tersebut sedang mengerjakan pembangunan fasilitas produksi gas – block station, Trunkline, dan metering dengan kesiapan 80,59 persen.

Untuk Suban Compression milik ConocoPhillips (Grissik) Ltd. dengan estimasi produksi 100 MMScfd, sedang melakukan instalasi 50.000 HP GTC, pemasangan suction scrubber, intercooler, interstage cooler dan after cooler, serta pemasangan separator. Kesiapan proyek ini mencapai 96,57 persen.

Selanjutnya, YY milik PHE ONWJ dengan estimasi produksi 25,5 MMscfd (gas) dan 4.605 bopd (oil) yang berproduksi pada kuartal IV/2019, telah menyelesaikan pemasangan Anjungan YYA di Perairan Pantai Utara Jawa Barat. Dengan lingkup pekerjaan membangun platform 3 kaki dan pengeboran dua sumur, kesiapan proyek ini mencapai 79,12 persen.

Setelah itu dilanjutkan dengan  proses pemancangan (piling), pemasangan boat landing, pemasangan riser, dan terakhir dilakukan pemasangan topside serta debris survey untuk kesiapan pemboran yang diselesaikan pada 29 April 2019.

Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin mengatakan Proyek YY adalah salah satu proyek yang secara ketat dipantau SKK Migas karena akan onstream tahun ini dan memberikan kontribusi dalam mencapai target produksi. 

“Sehingga, apabila dimungkinkan, kita akan mendorong agar proyek ini dapat selesai lebih cepat," ucapnya.

Untuk proyek Bukit Tua Phase-3 milik Petronas Carigali Ketapang II Ltd., estimasi produksinya adalah minyak 3.182 bopd dan gas 31 MMscfd. Saat ini, proyek tersebut sedang mencapai tahap pembangunan deck extension pada eksisting WHP BTJT-A. Selain itu, pemasangan 4 buah conductor dan clamp, modifikasi eksisting IRCD untuk chemical injection, dan lainnya dengan total kesiapan 69,89 persen.

Selanjutnya, Buntal-5 milik Medco E&P Natuna Ltd. dengan estimasi produksi 45 MMscfd, baru mencapai kesiapan 38,04 persen. Bison-Iguana-Gajah Puteri milik Premier Oil Natuna Sea B.V sebanyak 80 MMScfd dengan kesiapan 37,75 persen.

Proyek Temelat milik PT Medco E&P Indonesia sebesar 10 MMScfd mencapai kesiapan 58,3 persen. Ada pula proyek Panen milik PetroChina International Jabung Ltd. sebesar 2.000 bopd. Terakhir, proyek Kedung Keris milik ExxonMobil Cepu Ltd. sebesar 3.800 bopd dengan kesiapan 26,26 persen.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, kementerian esdm

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup