Arus Mudik 2019 : 2 Alternatif Disiapkan, Pekan Depan Diputuskan

Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan ada dua alternatif untuk mengatur kelancaran arus mudik yakni pemberlakuan kebijakan ganjil genap dan satu arah.
Yodie Hardiyan | 09 Mei 2019 17:58 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi jalan tol Semarang-Salatiga di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah mengkaji dua alternatif pengaturan lalu lintas untuk kelancaran arus mudik pada Lebaran  2019.

Pernyataan itu disampaikan oleh Budi seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5/2019) membahas mengenai mudik.

Budi Karya mengatakan dua alternatif itu adalah pemberlakuan kebijakan ganjil genap dan satu arah.

"Dari evaluasi yang ada kita punya kecenderungan untuk gunakan satu arah. Dan minggu ini, atau awal pekan depan, akan kita putuskan akan gunakan yang mana. Nanti setelah diputuskan akan kita sosialisasikan," kata Budi.

Dalam pemberlakuan satu arah, Budi mengatakan terdapat perbedaan dibandingkan dengan mudik sebelumnya. Pada masa mudik 2018, jalan satu arah diberlakukan dari Cawang sampai ruas jalan tol Cikopo—Palimanan (Cipali).

Kebijakan itu, menurut Budi, membuat orang Bekasi menjadi kesusahan apabila hendak ke Jakarta.

"Dan sekarang itu, kita mulai dari KM 29 sampai KM 262 (Tol Trans Jawa). Nanti ke Brebes itu satu arah. Mereka satu arah ke arah Timur. Yang dari Barat menuju Timur lewat jalur Pantura," kata Budi.

Budi mengatakan kebijakan itu sesuai arahan Presiden supaya jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) diutilisasikan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menhub, Budi Karya Sumadi, mudik lebaran, arus mudik

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup