Pemerintah Siagakan 36 Posko di Bandara untuk Angkutan Lebaran

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyiagakan posko lebaran di 29 bandara domestik dan 7 bandara internasional selama periode Angkutan Lebaran 2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  12:50 WIB
Pemerintah Siagakan 36 Posko di Bandara untuk Angkutan Lebaran
Ilustrasi - Petugas Bandara Soetta melakukan pemantauan lewat CCTV yang ada di posko Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (20/12/2018). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyiagakan posko Lebaran di 29 bandara domestik dan 7 bandara internasional selama periode Angkutan Lebaran 2019.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, posko tersebut akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan saat melakukan perjalanan mudik dan balik dengan pesawat udara.


"Total ada 36 posko untuk memastikan tiga aspek dalam persiapan Operasi Angkutan Lebaran 2019. Ketiga aspek tersebut adalah keselamatan, keamanan, dan pelayanan secara prima kepada para pemudik," kata Polana dalam siaran pers, Kamis (9/5/2019).


Dia memaparkan, langkah-langkah yang ditempuh salah satunya melakukan ramp check rutin prasarana dan sarana penunjang operasional penerbangan dan bandara.


Adapun, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 31 Mei 2019 atau H-5  Lebaran. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 8-9 Juni 2019 atau H+1 dan H+2 Lebaran.


Pihaknya berharap seluruh stakeholder penerbangan dapat mempersiapkan diri dalam melayani penerbangan angkutan lebaran, baik dari segi keselamatan, keamanan dan pelayanan selama proses penerbangan.


Ditjen Hubud telah mengidentifikasi beberapa hal yang perlu diantisipasi dalam angkutan lebaran seperti misalnya gangguan keselamatan dan keamanan, tarif pesawat, bagasi berbayar, antisipasi cuaca ekstrem, kapasitas pesawat dan lonjakan penumpang, bahaya terorisme, penggunaan narkoba, hingga perubahan pola penerbangan.


Guna mengantisipasi kendala-kendala di atas, pihaknya akan melakukan tahapan konsolidasi dan koordinasi yang dimulai dari lingkungan internal serta dilanjutkan dengan seluruh penyelenggara bandara, navigasi penerbangan dan maskapai serta pihak terkait lainnya. Hal tersebut guna memfokuskan perhatian pada langkah antisipatif apabila ditemukan kendala pada saat pelaksanaan Angkutan Lebaran 2019.


Terkait dengan sarana pengangkutan, hingga Maret 2019 tercatat sebanyak 12 maskapai yang siap melayani angkutan udara dengan total armada mencapai 547 unit yang akan melayani berbagai rute.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penerbangan, Kemenhub, Mudik Lebaran

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top