Investasi Baru, Perluasan Manufaktur Dorong Permintaan Lahan Industri

Penjualan lahan kawasan industri di wilayah Jabodetabek dan Karawang hingga akhir tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 180 hektare.
Annisa Sulistyo Rini | 08 Mei 2019 17:20 WIB
Aktivitas karyawan di pabrik karoseri truk di kawasan industri Bukit Indah City, Purwakarta, Jawa Barat, belum lama ini. Selain kebutuhan lapangan kerja yang semakin besar, produktivitas industri manufaktur dinilai perlu lebih digenjot guna menghindari ancaman jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap. - Bisnis/NH

Bisnis.com, JAKARTA—Penjualan lahan kawasan industri di wilayah Jabodetabek dan Karawang hingga akhir tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 180 hektare.

Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito mengatakan, dengan realisasi serapan lahan industri pada kuartal I/2019, pihaknya memperkirakan akan terjadi kenaikan permintaan hingga akhir tahun.

Himpunan Kawasan Industri (HKI) menyampaikan penjualan lahan industri pada kuartal awal tahun ini mencapai sekitar 100 hektare, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang seluas 11,27 hektare.

“Kenaikan permintaan kami perkirakan terjadi mengingat sebagai akumulasi kebutuhan investasi baru, maupun pengembangan dari industri yang sudah ada dari tahun sebelumnya,” ujarnya Rabu (8/5/2019).

Dia pun meyakini angka penjualan kawasan industri bakal melebihi raihan tahun lalu yang sekitar 180 hektare dan peningkatan terjadi hingga pertengahan tahun ini dengan kondisi iklim investasi yang semakin kondusif.

“Memungkinkan sampai akhir tahun mencapai 200 hektare,” katanya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar. Dia menyatakan pihaknya meyakini permintaan lahan industri di wilayah Jabodetabek dan Karawang akan tumbuh hingga akhir tahun.

Para investor yang sebelumnya menunggu pergelaran pemilihan umum 17 April lalu, juga bakal kembali meningkatkan aktivitas bisnisnya setelah pilpres berjalan dengan baik. Selain itu, lanjut Sanny, juga didukung oleh keberlanjutan program-program perbaikan pemerintah.

“Mereka mulai melanjutkan kontrak-kontrak negoisasi dan investasi,” ujar Sanny.

Jika Kemenperin memperkirakan penjualan lahan berada di kisaran angka 200 hektare, HKI berharap penjualan kawasan industri bisa mencapai 250—330 hektare.

Sementara itu, perluasan kawasan industri baru di Jawa Barat masih sangat berpotensi, khususnya di bagian timur yang meliputi wilayah Majalengka, Cirebon, dan Subang. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan peluang tersebut muncul karena ketersediaan infrastruktur yang strategis, yaitu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)di Kertajati Majalengka, Pelabuhan Cirebon, dan Pelabuhan Patimban di Subang.

“Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonominya berbasis industri, yang kontribusinya mampu mendekati 40%. Kalau dikembangkan lagi di koridor timur, potensi pembangunannya akan lebih bisa ditingkatkan,” katanya.

Menurut Airlangga, selama ini Jawa Barat telah berkontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Dalam hal ini, sumbangsih utamanya dari aktivitas industrialisasi, baik itu adanya peningkatan pada nilai investasi, penyerapan tenaga kerja, maupun capaian ekspor.

Dia menyebut kawasan Bekasi, Karawang, dan Purwakarta (Bekapur) sebagai Detroit-nya Indonesia karena berbagai produk manufaktur, terutama elektronika dan otomotif, diekspor dari sana. Maka itu, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif serta memberikan insentif dan kemudahan perizinan usaha.

“Berdasarkan implementasi peta jalan Making Indonesia, salah satu program prioritasnya adalah pengembangan kawasan industri terpadu,” imbuhnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan industri

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup