Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebaran 2019, Pemasangan Stiker Angkutan Ekspor Impor Lebih Ketat

Kementerian Perhubungan kembali menerapkan pemasangan stiker bagi angkutan barang ekspor impor menjelang Lebaran, tetapi dengan ketentuan yang lebih ketat dari tahun lalu.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 06 Mei 2019  |  19:44 WIB
Kemenhub-Polri menerapkan kebijakan stiker barang ekspor impor. Selama masa pembatasan, kendaraan ekspor impor komoditas apapun boleh tetap hilir mudik, tetapi harus memasang stiker untuk mempermudah aparat mengawasi. - Bisnis/Sri Mas Sari
Kemenhub-Polri menerapkan kebijakan stiker barang ekspor impor. Selama masa pembatasan, kendaraan ekspor impor komoditas apapun boleh tetap hilir mudik, tetapi harus memasang stiker untuk mempermudah aparat mengawasi. - Bisnis/Sri Mas Sari

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan kembali menerapkan pemasangan stiker bagi angkutan barang ekspor impor menjelang Lebaran, tetapi dengan ketentuan yang lebih ketat dari tahun lalu. 


Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, stiker pada Lebaran tahun ini diterbitkan oleh Kemenhub. Ini berbeda dengan tahun lalu yang dikeluarkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).


Selain itu, kali ini terdapat QR code pada stiker yang memuat informasi tentang kendaraan sehingga mempermudah aparat mengidentifikasi kendaraan. 


"Prosedurnya, perusahaan memohon kepada Aptrindo dan Organda soal kendaraan yang akan digunakan untuk ekspor impor, pada tanggal berapa. Aptrindo dan Organda nanti mengajukan daftar kepada Kemenhub," katanya, Senin (6/5/2019).


Kebijakan pemasangan stiker cuma-cuma pada angkutan barang ekspor impor merupakan dispensasi selama pemerintah memberlakukan pembatasan angkutan barang menjelang dan sesudah Lebaran. 

Selama masa pembatasan, kendaraan ekspor impor komoditas apapun boleh tetap hilir mudik, tetapi harus memasang stiker untuk mempermudah aparat mengawasi. Kebijakan itu diterapkan mulai Idulfitri tahun lalu agar aktivitas ekonomi tetap terjaga. 

Adapun tahun ini, pembatasan angkutan barang berlaku pada 31 Mei hingga 2 Juni (arus mudik) dan 8 hingga 10 Juni (arus balik). "Aktivitas ekspor impor biasanya tidak bisa dibatalkan sehingga perlu treatment khusus," jelas Yani.


Dia menuturkan stiker akan siap dua pekan sebelum 31 Mei sehingga diharapkan asosiasi sudah memberikan data final kendaraan kepada Kemenhub dalam dua hari ke depan.  


Kepala Subdit Pengawal dan Patroli Jalan Raya dari Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri Kombes Pol. Bambang Sentot Widodo menyebutkan, beberapa evaluasi terhadap pemasangan stiker, lebih menyerupai kertas, pada Lebaran 2018.


Pertama, bahan tidak sesuai dengan yang diinginkan Korlantas sehingga menyulitkan aparat mengidentifikasi. Kedua, cara menempelkan stiker menyulitkan anggota mengidentifikasi.


Ketiga, ada dugaan duplikasi stiker. "Dengan aturan Kemenhub yang baru nanti, kami harapkan stiker ditempel di kaca depan," katanya.


Kendaraan yang tidak memasang stiker, akan diberhentikan dan dikeluarkan dari jalur. Jika tidak dapat membuktikan keberadaan stiker, pemilik akan kena tilang.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Kemenhub stiker
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top