Jalan Tol Baru Beroperasi, Konsumsi BBM Terdongkrak

PT Pertamina (Persero) memprediksi jalan Tol tetap menjadi pilihan utama pemudik Lebaran 2019 mengingat selesainya proyek infrastruktur tersebut di sejumlah daerah.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 30 April 2019  |  09:15 WIB
Jalan Tol Baru Beroperasi, Konsumsi BBM Terdongkrak
Foto udara jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, sepanjang 149,9 km, yang merupakan bagian dari Trans Sumatra, di Lampung, Senin (29/4/2019)./JIBI - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) memprediksi jalan Tol tetap menjadi pilihan utama pemudik Lebaran 2019 mengingat selesainya proyek infrastruktur tersebut di sejumlah daerah.

SVP Retail Marketing Business PT Pertamina Jumali mengatakan tahun ini perkiraan pertumbuhan konsumsi gasoline (bensin) rata-rata Satgas Rafi 2019 sekitar 15% atau lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja rata-rata Satgas Lebaran 2018 sebesar 10%.

Hal tersebut ditopang oleh proyeksi pertumbuhan pemudik Kementerian Perhubungan sebesar 13%. "Supaya aman kami siapkan yang lebih besar. Kalau peningkatan lebih dari tahun lalu, berarti sudah teratasi," tuturnya, Senin (29/4/2019).

Khusus untuk gasoil (biosolar) diproyeksi mengalami penurunan konsumsi. Jika berkaca dari kinerja tahun lalu, maka penurunannya saat Satgas Lebaran 2018 sebesar 10%.

Jumali menjelaskan turunnya kegiatan pabrik, serta pelarangan penggunaan kendaraan besar di jalan tol pada masa Lebaran, disebut sebagai faktor utamanya.

Untuk kendaraan pemudik, menurutnya, mayoritas pemudik menggunakan bbm bensin, sehingga pertumbuhannya juga signifikan.

"Kenaikan kebutuhan ini sudah direncanakan internal Pertamina, sehingga tidak mengganggu pola pasokan yang berjalan selama ini," tambahnya.

Pertamina memprediksi konsumsi bensin selama Idulfitri 2019 mencapai 107.165 kiloliter (KL) per hari, terutama H-5 sampai dengan H+5 Lebaran.

Untuk konsumsi harian atau Daily Objective Throughput (DOT) normal bensin sebesar 92.563 KL atau bertumbuh 15,8%.

Di sisi lain, untuk konsumsi rata-rata Biosolar saat Idulfitri sebesar 35.886 KL, sementara DOT normal sebanyak 40.050 atau turun 10,4%.

Untuk konsumsi LPG juga mengalami pertumbuhan 15% saat Idulfitri, dengan rata-rata konsumsi sebesar 27.659 metrik ton, sementara untuk DOT normal sebanyak 24.051 MT.

Sementara itu, konsumsi Avtur diproyeksi mengalami kenaikan sebesar 8,3% dari konsumsi DOT normal sebesar 13.414 KL menjadi 14.524 KL.

Vice President Aviation Pertamina Eldi Hendri mengatakan untuk Satgas Rafi 2019, pihaknya memperkirakan konsumsi Avtur mencapai 14.500 KL pada masa Lebaran, dari konsumsi normal sekitar 13.500 KL.

“Secara keseluruhan pasokan terjaga bagus, khususnya konsumsi avtur ada penurunan sedikit. [dengan begitu] Stok kami makin aman untuk mengantisipasi penambahan ekstra flight. Kami memastikan stok yang baik, juga dibarengi dengan pemerataan pasokan di daerah,” katanya.

Kendati demikian, konsumsi Avtur dibandingkan dengan tahun lalu, diperkirakan mengalami penurunan 15%. Jika dilihat dari DOT 2019 dan tahun sebelumnya, maka terjadi penurunan sebesar 12,8%.

Eldi mengatakan konsumsi avtur tahun ini diproyeksi menurun disebabkan adanya kenaikan harga tiket pesawat, yang mengakibatkan sepinya penerbangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, BBM

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top