WIKON Genjot Kapasitas Produksi

WIKON bakal membangun pabrik baru di Majalengka dengan kapasitas 60.000 ton dan telah membeli lahan seluas 26 hektare di Kertajati dan kini tengah dalam persiapan untuk pembangunan pabrik.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 25 April 2019  |  07:03 WIB

Bisnis.com, TANGERANG -- PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi atau WIKON, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk. menargetkan penambahan kapasitas produksi menjadi 100.000 ton per tahun pada 2020. Perseroan juga bakal giat melakukan penetrasi pasar ekspor, terutama di Asia Tenggara.

Direktur Utama WIKON, Koko Cahyo Kuncoro mengatakan saat ini perseroan memiliki dua pabrik yang berlokasi di Tangerang dan Cileungsi. Kapasitas produksi di masing-masing pabrik sebesar 30.000 ton dan 15.000 ton.

Dia menerangkan, WIKON bakal membangun pabrik baru di Majalengka dengan kapasitas 60.000 ton. Perseroan telah membeli lahan seluas 26 hektare di Kertajati dan kini tengah dalam persiapan untuk pembangunan pabrik.

"Jadi kami harapkan di Januari 2020 kapasitas produksi kami sudah mencapai 100.000 ton," ujarnya kepada Bisnis di Pabrik Fabrikasi Baja WIKON Tangerang, Rabu (24/4).

Secara umum, bisnis WIKOn mencakup fabrikasi baja, pabrik plastik, pressing, dan casting. WIKON juga menggeluti penyewaan alat konstruksi dan konstruksi pabrik serta infrastruktur migas. Lewat anak usaha PT Wika Industri Manufaktur, WIKOn juga memproduksi sepeda motor listrik.

Koko menuturkan, sepanjang 2019, perseroan membidik penjualan sebesar Rp3,5 triliun. Jumlah itu meningkat 40 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2018 sebbanyak Rp2,5 triliun.

Di sisi lain, WIKON memulai produksi fabrikasi baja pertama untuk pasar ekspor ke Filipina. Koko menyebut, WIKON bekerja sama dengan perusahaan asal Perancis, Matiere untuk memproduksi girder baja untuk proyek jembatan tol di Balintawak.

Untuk tahap awal, WIKON akan memproduksi 400 boks gelagar Unibridge yang hak patennya dimiliki Matiere. Koko menyebut, sebanyak 90 persen material baja dipasok dari dalam negeri sedangkan sisanya masih dipasok dari luar negeri.

"Ini [400 boks] ujicoba dulu. Kalau ini sukses nanti kita tambah jadi produksinya. Jadi dengan Matiere kami sama-sama mencari market dan kalau dapat market, diproduksinya di sini [Tangerang]," jelasnya.

Headquarter Deputy Director of South East Asia Matiere Paul Antoine Nicolaudie mengatakan pihaknya menjalin kesepakatan kerja sama dengan WIKON selama 15 tahun. Produksi bersama membuat harga produk girder sangat kompetitif untuk pasar Asia Tenggara. Sebelumnya, Mateire memproduksi girder di Prancis dan Belgia.

Dia menuturkan, potensi pasar girder baja di Indonesia maupun Asia Tenggara sangat menjanjikan dalam 20 tahun ke depan. Pembangunan infrastruktur yang massif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi membuat permintaan material konstruksi untuk jembatan meningkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup