Krakatau Steel Akan Genjot Kinerja Anak Perusahaan

Salah satu anak perusahaan perseroan, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), berencana untuk menjadi perusahaan logistik dan distribusi terintegrasi berbasis pelabuhan di dalam negeri.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 April 2019  |  19:09 WIB
Krakatau Steel Akan Genjot Kinerja Anak Perusahaan
Pekerja mengawasi proses produksi lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Kamis (7/2/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) menargetkan untuk bisa membukukan laba pada tahun ini. Salah satu langkah yang diambil adalah penguatan bisnis anak perusahaan.

Corporate Secretary KRAS Pria Utama mengatakan akuisisi perusahaan dapat memperkuat pendapatan anak usaha dan meningkatkan pendapatan KS pada tahun ini. Menurutnya, perseroan akan melakukan aksi korporasi lagi dalam rangka penguatan bisnis anak perusahaan pada tahun ini.

“Anak-anak perusahaan tertentu akan kami konsolidasi, tapi itu masih dalam pengkajian sih. Tetapi, blueprint-nya sudah kelihatan, sih, kami kan ada kawasan industri, sumber air, [dan] supply listrik. Jadi industri-industri yang support ini harus dimaksimalkan,” paparnya kepad Bisnis, Jumat (19/4/2019).

Pria optimistis perseroan dapat membukukan laba setelah berada di zona merah sejak 2016. Salah satu pendorongnya, lanjutnya, adalah manajemen eksekutif perseroan yang lebih baik dan proyeksi kondisi usaha yang lebih baik pada tahun ini.

Sebelumnya, perseroan memproyeksi kapasitas produksi baja canai panas (hot rolled coil/HRC) dan pelat besi akan mencapai 4 juta ton pada akhir tahun. Hal tersebut disebabkan oleh beroperasinya pabrik baja panas (Hot Steel Mill/ HSM) II yang akan menambah kapasitas produksi flat product perseroan sebanyak 1,5 juta ton per tahun.

Sementara itu, salah satu anak perusahaan perseroan, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), berencana untuk menjadi perusahaan logistik dan distribusi terintegrasi berbasis pelabuhan di dalam negeri. Maka dari itu, perseroan telah mengambil alih kepemilikan PT Wahana Sentana Baja (WSB) dan PT Multi Sentana Baja pada Selasa (16/4/2019) lalu.

Dengan akuisisi tersebut, kata Pria, jasa yang disediakan KBS bertambah. Dari hanya memberikan jasa kepelabuhan kini juga melayani jasa transportasi dan menangani logistik di pelabuhan.

Akuisisi tersebut, imbuhnya, dapat menambah pendapatan perseroan mengingat lebih dari 50% berasal di luar pengangkutan logistik baja KS.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT KBS Alugoro Mulyowahyudi mengatakan akuisisi tersebut bertujuan untuk mendukung dan memperluas servis logistik di KBS yang melakukan bisnis multimoda.

Selain itu, tambahnya, perseroan memiliki visi untuk menjadi perusahaan logistik yang terintregasi yang berbasis di pelabuhan. “Kami juga akan menerapkan greenport dan smartport sehingga ke depan menjadi pelabuhan yang disukai kapal–kapal asing,” ujarnya.

Akuisisi ini menambah deretan jumlah anak usaha yang dimiliki oleh PT KBS. Sebelumnya PT KBS sudah memiliki Krakatau Argo Logistik dan Krakatau Jasa Logistik. Diharapkan ke depannya KBS akan menjadi lokomotif dari bisnis logistik KS yang dapat melayani seluruh penjuru negeri.

Pada tahun lalu KBS mencatat pendapatan  sebesar Rp1 triliun dan laba Rp150 miliar. Dengan berjalannya 4 anak perusahaan saat ini, KBS menargetkan pendapatan pada akhir tahun naik 50% menjadi Rp1,5 triliun dan laba Rp220 miliar. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
krakatau steel

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top